Wisata Edukasi ada di Rumah Adat Sunda Cimanggu

RUMAH ADAT : Salah satu bangunan rumah adat yang terbuat dari kayu rasamala dan bambu dengan atap dari ijuk, yang tersedia di Kampung Cimanggu. Foto: Fadilah Munajat/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Selain terkenal dengan wilayah lumbung padi, Cianjur merupakan Kabupaten yang memiliki beragam ciri khas budaya, seperti halnya di lokasi seluas 12 hektar tempat tumbuhnya padi Pandanwangi di Kampung Cimanggu, Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang, kini berdiri tujuh rumah adat Sunda yang terbuat dari kayu rasamala dan bambu dengan atap dari ijuk sebagian dari kayu.

Empat rumah adat tersebut bernama Tagog Anjing, Badak Heuay, Heulang Ngapak, dan Capit Gunting. Keempatnya berbaris menghadap ke arah timur, di belakangnya berdiri leuit atau tempat padi hasil panen yang berjejer.

Tiga rumah adat lainnya yang berjarak sekitar 10 meter menghadap ke selatan dan terdapat aliran sungai kecil di depannya. Sebelum masuk ke area rumah adat, ada aula besar dan leuit besar yang berdiri menyambut pendatang yang menaiki tangga untuk menuju lokasi.

Tiba di halaman rumah adat di tengah sawah yang berbentuk terasering, suasana sejuk langsung terasa. Maklum, kawasan ini berada di kaki Gunung Gede dimana hamparan hijau pohon terlihat jelas sejauh mata memandang.

Tumbuhnya padi Pandanwangi dikelilingi empat kampung yang masih berada di wilayah Warungkondang dan Gekbrong. Meski belum diresmikan, namun di akhir pekan selalu ada warga yang menyempatkan datang untuk sekadar duduk di saung atau bahkan berswafoto dan mengunggahnya ke akun media sosial masing-masing.

Kepala Seksi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur, Boyke Martin mengatakan, ide awal pembuatan kampung wisata Pandanwangi berasal dari Dinas Pertanian.

Disepakati rencana wisata edukasi diperuntukkan bagi anak sekolah agar mereka mengetahui cara menanam dan memanen hingga menanak menjadi nasi pandanwangi.

“Tujuannya untuk wisata edukasi bagi pelajar, disepakati tempatnya di kawasan yang memang tumbuh padi pandanwangi yakni di Kampung Cimanggu, Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang,” ujarnya.

Boyke menuturkan, pada tahap kedua ini sudah dibangun sekitar tujuh bangunan. Dimana di tempat tersebut pada nantinya akan dibangun sebanyak 32 bangunan.

“Akan ada rumah yang memamerkan kerajinan dari daerah sekitar juga,” kata Boyke.

Konsep dari tempat wisata ini setiap pengunjung yang datang akan berganti baju lalu berpakaian seperti petani. Pengunjung akan dipandu masuk ke rumah lalu turun ke sawah biar bisa merasakan kehidupan seperti petani.

“Kami berharap pengalaman yang didapat bisa menjadi memori baik di benak setiap para pelajar, tak hanya pelajar tapi untuk masyarakat luas lainnya juga,” kata Boyke.

Boyke mengatakan, saat ini tahap pembangunan sudah hampir selesai. Ia berharap kampung wisata tersebut bisa segera dibuka dan diresmikan.

“Dalam tahap penyelesaian pak, kami berharap bulan depan sudah bisa diresmikan,” kata Boyke.

Camat Warungkondang, Candra Dwi Kusumah mengatajan, objek wisata kampung budaya Pandanwangi bertujuan juga untuk melestarikan varietas padi Pandanwangi.

“Dimana padi Pandanwangi ini kalau melihat jumlah varietas hampir punah, dimana warga lebih terobsesi ke kuantitas tak memperhatikan kualitas,” kata Candra.

Ia menambhakan, saat ini untuk legalitas padi pandanwangi sudah punya hak paten di tujuh kecamatan. Ia berharap dengan adanya kampung pandanwangi maka pelestarian varietas padi pandanwangi bisa diikuti oleh masyarakat sekitar lainnya.

“Saya berharap warga sekitar bisa mengikuti berlomba lomba menanam padi pandanwangi. Tinggal bagaimana pemerintah membuat regulasi mengenai pangsa pasar,” katanya.

Candra mengatakan, Cianjur identik dengan berasnya yang terkenal. Menurutnya hal yang positif saat ini hadir kampung pandanwangi yang akan mengenalkan lebih jauh kepada generasi muda.

Tak sulit menuju Kampung Pandanwangi di Cianjur ini. Dari perempatan Pasar Warungkondang naik ke atas mengikuti jalan beton. Setelah perjalanan sekitar 10 menit maka Kampung Budaya Pandanwangi akan terlihat di sebelah kiri.

(dil)