Mogok, hanya ada satu guru di SD Wiyanaloka

Keprihatinan terlihat di Sekolah Dasar (SD) Wiyanaloka, Desa Cibodas, Kecamatan Pacet.

Pasalnya, adanya mogok mengajar para guru honorer se-Pacet baru-baru ini, membuat kegiatan belajar mengajar kurang maksimal. Hanya ada satu pengajar atau guru yang hadir, itupun karena berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Plt Kepala SDN Winayaloka, Indiarti mengatakan, meski aksi mogok mengajar yang di lakukan para guru honorer sejak rabu kemarin, pihaknya tetap memberlakukan belajar seperti biasa kepada anak didiknya, walaupun proses belajar mengajarnya hanya satu jam dalam satu hari.

“Tetap belajar seperti biasa tidak diliburkan alhamdulilah murid-murid tidak putus asa tetap semangat walaupun jujur tidak maksimal seperti biasa,” tuturnya saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Diakui Indiarti, saat ini jumlah tenaga pengajar di SDN Winayaloka sendiri totalnya ada 12 tenaga pengajar, diantaranya satu tenaga pengajar sudah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jadi di sini cuma ada satu guru yang sudah PNS dengan dengan jumlah total ada 460 murid mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI harus saya isi semua kelas selama masa akhir mogok ngajar,” paparnya.

Indiarti menjelaskan, terkait aksi mogok mengajar yang dilakukan para guru honorer, pihaknya tidak memiliki hak untuk melarang karena menurutnya mungkin itu sudah menjadi kesepakatan mereka untuk memperjuangkan haknya kepada Pemerintah selama bertahun tahun.

“Jadi saya hargai saja apa yang mereka lakukan dengan aksi mogok ngajar ini, mungkin itu perjuangannya untuk mendapatkan haknya selama bertahun tahun,” terangnya. (cr5)