Puluhan Pengusaha Tambang Parung Panjang Dikumpulkan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau kawasan Parung Panjang Kab Bogor foto istimewa

BANDUNG– Masalah ektrem di Jabar menjadi fokus penanganan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sungai Citarum dan Tambang Pasir Parung Panjang, Kabupaten Bogor disebut sebagai dua krisis yang ektrem.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah melakukan tinjauan lapangan di penambangan pasir Parungpanjang, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Tahapan berikutnya mengumpulkan lebih dari 50 pengusaha tambang pasir Parung Panjang di Gedung Sate, Kamis (4/10).

Karena selama ini pola bisnisnya banyak mengakibatkan kerugian dari sisi sosial pemasyarakatan.

Pasalnya sejak puluhan tahun hingga sekarang, sudah lebih dari 100 warga meninggal dunia.

Bahkan bulan lalu sebanyak 7 orang meninggal karena sistem manjemen pengelolaan yang kurang baik.

“Akhirnya setelah saya panggil, saya akan meregistrasi ulang perizinan dimana dalam perizinan itu ada pasal-pasal. Harus bikin kolam supaya mobil itu tidak kotor, bersihkan dulu baru keluar,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Kamis (4/10).’

Kemudian, kata dia truk diharuskan di tutup agar batu tidak berlebihan dan jatuh. Pengemudi pun harus dilengkapi dengan SIM. Kemudian tahap selanjutnya yakni membahas perihal jangka menengahnya membangun jalan tambang.

Menurutnya, jalan tambang ini terbagi menjadi dua yakni jalan biasa dan jalan tol. Sehingga kiri kanan jalan akan ditembok atau diberi batas layaknya tol. Bahkan sistem mobil truk yang masuk bayar ataupun solusi jalan biasa.

“Tapi apapun itu, saya minta minimal fifti fifti. Pemerintah provinsi bebaskan lahan, jalannya keroyok oleh 50 perusahaan ini. Jadi itu adil, kita ingin menunjukan pemerintahan yang adil. Bisnis silakan, tapi adil juga pada lingkungan,” jelasnya.

Perihal sanksi akan dibahas dalam dua minggu ke depan. Kang Emil sapaanya akan memanggil Dinas terkait untuk memaparkan sanksi seperti yang tepat. Semisal adanya pemberian zona yakni zona hijau perusahaan yang sudah baik, kuning atau merah, akan ada pasal-pasanya.

“Saya ingin tegas di sini, ingin hentikan kematian warga saya di zaman saya ini. Sekarang saya peduli, kan manajemen saya pilih krisis yang paling ekstrem Citarum Sama Parungpanjang. Dua ini yang paling ekstrem, maka saya kawal langsung,” paparnya.

Terkait adanya yang melanggar akan diberlakuakan layaknya Citarum. Jika ada pelanggaran maka ada pihak seperti TNI dan lainnya untuk menindak secara langsung kepada oknum atau perusahaan yang masih bandel. (RBG/PJ)