Atap Lintasan Terminal Pasirhayam Ambruk Jelang Tengah Malam

GEGARA SOPIR LUPA: Atap lintasan angkutan umum di Terminal Pasirhayam ambruk setelah tersangkut truk hidrolik.

CIANJUR- Sebuah atap lintasan mobil angkutan umum di terminal Pasirhayam, Cilaku roboh akibat tersangkut truk hidrolik pada Sabtu (13/10) sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa itu berawal saat sebuah dam truk hidrolik melintas di terminal Pasirhayam dengan keadaan bak terangkat.

Saat melintas tepat di bawah atap lintasan angkutan umum, bak truk tersebut tersangkut akibatnya atap lintasan tersebut ambruk. “Posisi bak truk yang berdiri di tambah kecepatan yang lumayan tinggi membuat atap lintasan berantakan,” kata salah seorang saksi, Andri (45).

Andri yang mengaku sebagai pengurus bis PO Karunia Bakti itu mengatakan, dirinya sempat kaget melihat atap lintasan yang ambruk tersebut. “Saya setiap hari ada di sini (Terminal Pasirhayam). Saya kaget karena saya melihat kejadian itu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, meski melihat kejadian itu, namun ia tidak mengetahui siapa yang mengemudikan truk tersebut. “Memang saat itu dalam keadaan gelap. Saya tidak dapat melihat nomor polisi truk itu karena setelah menabrak atap, truk itu menurunkan baknya lalu pergi,” paparnya.

Andri mengatakan, kejadian tersebut akibat keteledoran sopir yang lupa menurunkan bak hidroliknya setelah menurunkan muatan. “Saya kira dia (sopir truk) lupa menurunkan bak dan setelah menabrak atap baru ia sadar bahwa bak truk belum diturunkan,” paparnya.

Lanjut Andri, peristiwa itu terjadi pada tengah malam dan dalam keadaan sepi sehingga atap lintasan yang ambruk tidak menimpa ke mobil lainnya. “Kalau itu terjadinya siang mungkin lain ceritanya karena jika siang di bawah atap lintasan banyak angkutan umum yang ngetem di sana,” pungkasnya.

Kepala UPTD Terminal Pasirhayam, Bambang Dalimunthe mengatakan, ambruknya atap lintasan atau ruang tunggu penumpang tersebut karena ditabrak dump truk dalam kondisi bak terbuka menjulang ke atas. “Ambruknya ruang tunggu terjadi malam sekitar pukul 23.00 WIB, yang ambruk ruang tunggu penumpang ditabrak dump truk yang kondisi baknya terangkat,” kata
Bambang.

Ia menduga, ambruknya ruang tunggu penumpang akibat dihantam truk yang disinyalir melaju cukup kencang. “Saya menduga mobil melaju kencang sampai ambruk begini. Kalau lambat ada kemungkinan sang sopir akan sadar baknya menyangkut,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, sejak malam hari pun sudah dilakukan upaya evakuasi dengan menggunakan alat berat. Mobil ditarik ke belakang dan atap ruang tunggu langsung tersungkur ke tanah.

Pihak pengelola truk sudah datang dan berjanji akan memperbaiki ruang tunggu yang ambruk tersebut. “Tadi pihak pengelola truk sudah datang ke sini. Ia meminta waktu seminggu untuk mengembalikan fungsi ruang tunggu penumpang yang ambruk tersebut,” bebernya.

Bambang mengatakan, biasanya ada mobil elf menunggu penumpang di bawah ruang tunggu tersebut. Namun malam tadi suasana benar benar sepi. “Kerugian kami taksir sekitar Rp50 juta, waktu seminggu kami berikan karena ini tak disengaja maka kami setuju asal fungsi ruang tunggu bisa digunakan kembali,” ulasnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya memindahkan ruang tunggu penumpang ke sebelah kiri sambil menunggu perbaikan. Sementara untuk lajur bus dipindahkan ke samping sebelah selatan. “Secara fungsi lajur hanya menghindari bangunan yang ambruk. Semua masih dalam kondisi normal, hanya untuk penumpang yang menunggu kami pindahkan saja menghindari hal yang tak diinginkan,” ujarnya.

(dil)