Santri Cianjur Perangi LGBT

DEKLARASI: Para santri Cianjur saat melakukan deklarasi perangi perilaku menyimpang LGBT.

CIPANAS-Merebaknya perilaku menyimpang di kalangan masyarakat luas seperti berita hoax, dan perilaku menyimpang lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT), ditengarai salah satunya adalah menipisnya iman seseorang.

Akan hal itu para Santri Cianjur adakan kegiatan deklarasi perangi LGBT, bersamaan dengan acara Nahdatul Ulama (NU) yang di gelar di Lapang Singa Barong, Cibodas Cipanas (3/11).

“Mereka tidak mengindahkan iman sebagai pondasi mental dalam menjalani kehidupan. Apalagi serangan tontonan di televisi dan media sosial sangat gencar dengan menawarkan gaya hidup hedonis,” papar Wakil Ketua PCNU Kabupaten Cianjur, KH Pipin S Arifin saat diwawancarai disela-sela kegiatan.

Menurut Kang Haji Pipin, demikian sapaan akrabnya, televisi dan media sosial secara nyata telah menggerogoti kadar keimanan seseorang. Sementara iman seseorang senantiasa mengalami fluktuasi atau naik turun.

“Untuk itu, kami berharap agar umat Islam memelihara iman, karena iman bisa naik dan turun. Agar iman tidak hilang, maka iman harus dipelihara, dengan sering baca dan mengamalkan Alquran,” terangnya.

Seperti acara yang digagas oleh Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur ini, imbuh Pipin, sejatinya merupakan peningkatan keimanan meskipun kelihatannya hanya sekadar acara para santri dan ibu-ibu majelis taklim. Tetapi imbasnya sangat positif bagi peningkatan kadar keimanan seseorang apalagi menyangkut perilaku menyimpang saat ini.

“Santri juga sebetulnya termasuk komponen masyarakat. Dimana manfaatnya bisa membantu memerangi perilaku menyimpang ini. Walaupun miniminal di tingkat pesantren terlebih dahulu, semacam kegiatan turun gunung,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, menurut salah seorang tamu undangan yang sekaligus Majelis Pembina Karang Taruna Jabar, Budhy Setiawan menuturkan, pentingnya masyarakat berpegang teguh dengan Aqidah Ahlusunah wal Jamaah, dan mewaspadai paham radikal di sekitarnya.

“Kita harus menjaga ketenangan dan ketenteraman lingkungan masing-masing, jangan mudah terprovokasi oleh paham-paham yang menimbulkan keresahan di masyarakat, seperti perilaku menyimpang, khususnya LGBT,” ujarnya.

(dan)