Pedagang KRC Tuntut Jalur Puncak Dibuka

kawasan wisata taman cibodas. foto: DADAN/RADAR CIANJUR

CIPANAS-Penutupan jalur Puncak Cipanas pasca longsor yang terjadi hampir satu tahun lamanya, masih berdampak buruk bagi perekonomian para pedagang di Kebun Raya Cibodas (KRC). Hal itu dikarenakan sepinya wisata yang datang.

Menurut data dilapangan, penurunan perekonomian tersebut mencapai 75 persen, dibandingkan sebelum adanya penutupan jalur Puncak Cipanas.

Kepala K3 Kebun Raya Cibodas, Adi Saputra menuturkan, tahun ini tingkat pengunjung yang ada di kawasan wisata KRC mengalami penurunan. Biasanya untuk kendaraan rombongan bus yang berkunjung bisa mencapai 50 bus per pekannya, namun sekarang paling hanya 15 bus saja.

“Hampir 75 persen pengunjung tidak ada, biasanya kalau hari libur nasional suka ramai, tapi pasca terjadinya longsor, sepi hingga sekarang,” ungkapnya.

Adi memaparkan, usaha untuk mengembalikan angka pengunjung ke KRC terus dilakukan. Mulai koordinasi dengan Pemdes setempat, Dinas Pariwisata Cianjur, hingga pihak-pihak terkait lainnya terus digalakkan. Namun hal itu semua masih belum menjadi solusi untuk meningkatkan pengunjung ke KRC.

“Sebenarnya pihak pemerintah daerahpun tidak bisa apa-apa, karena penutupan ini kan langsung keputusan dari pemerintah pusat,” kata dia.

Pihaknya berharap, pengembalian jalur puncak ini bisa lebih cepat dilakukan oleh pemerintah pusat. Karena menurutnya para pedagang di KRC hampir setiap mengeluh agar jalur puncak bisa segera dibuka.

“Ini keluhan dari para pedagang di kawasan Kebun Raya Cibodas, agar segera dibuka. Soalnya, keuntungan yang mereka dapat kebanyakan dari rombongan pengunjung dari luar kota yang menggunakan bus,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang KRC, Ida (35) membenarkan, bahwa hampir setahun dirinya mengalami penurunan omset. Ida yang berjualan pernak pernik khas KRC, biasanya mendapat omset hingga Rp800 ribu jika hari libur nasional. Tetapi sekarang, jualannya hanya mendapatkan omset Rp200 ribu.

“Penurunannya drastis sekali, biasanya di hari-hari biasa omset saya bisa mencapai Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. Apalagi kalau libur nasional,” ungkapnya.

Ida berharap, pemerintah pusat agar segera membuka jalur puncak.
“Tentu saya sangat berharap segera dibukanya jalur puncak. Soalnya ini menyangkut terhadap ramainya pengunjung, sehingga jika jalur dibuka omset saya bisa stabil lagi,” harapnya.(dan)