Fenomena Mabuk Rebusan Pembalut, BNNK Cianjur Koordinasi Sana-sini

Ilustrasi mabuk rebusan pembalut

RADARCIANJUR.com – Masyarakat Indonesia kini tengah dikagetkan dengan fenomena anak remaja di Jawa Tengah yang mengkonsumsi rebusan pembalut wanita. Antisipasi pun dilakukan Jawa Barat (Jabar) khususnya Kabupaten Cianjur. Pasalnya, efek yang ditimbulkan sangat berbahaya ketika dikonsumsi yaitu menyerang otak hingga menimbulkan kanker.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur pun telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Koordinasi dilakukan dengan pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.

”Kita telah melakukan koordinasi terkait fenomena ini dengan Sat Narkoba, KSPKT dan Dinkes dan sampai saat ini belum ditemukan kasus tersebut,” ujar Kepala BNNK Cianjur, AKBP Basuki kepada Radar Cianjur.

Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan langsung terkait penggunaan air rebusan pembalut ini. Menurutnya, Dinkes Kabupaten Cianjur bagian Kefarmasian akan merencanakan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan hal tersebut.

Infografis : Radar Cianjur

Ada indikasi lain remaja yang menkonsumsi air rebusan pembalut tersebut, beberapa faktor menjadi penyebabnya seperti faktor ekonomi dan tentunya dari segi harga pun lebih terjangkau.

Hal senada disampaikan Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Cianjur, Rian D Hanafiah. Ia menuturkan, itu bukan termasuk dalam jenis narkotika. ”Jika dilihat, hal ini bisa disebabkan karena faktor ekonomi yang mencoba mencari alternatif lain yang lebih murah untuk kepuasan sendiri,” paparnya.

Melihat fenomena ini, pihaknya pun akan segera melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah hingga komunitas yang sudah menjadi agenda program.

Untu itu, ia menghimbau kepada seluruh pihak untuk turun tangan dalam menangani persoalan yang cukup serius ini. ”Bukan hanya pihak-pihak tertentu saja, namun dari mulai masyarakat hingga pemerintah harus turun tangan menanggapi ini,” jelasnya.

Kepala BNN Jawa Barat, Sufyan Syarif akhirnya angkat bicara. Kejadian ini memang sangat meresahkan banyak masyarakat apalagi sangat berbahaya bagi generasi muda jika tidak diberi pengarahan yang baik.

Jika biasanya para remaja mengkonsumsi obat batuk atau lem untuk mendapatkan efek fly. Kali ini bahan yang mereka gunakan itu terbilang menjijikan yakni pembalut wanita yang direbus lalu diminum. “Fenomena ini menurut info sering terjadi di perkampungan ya, daerah urban dan daerah pekerja,” ujar Sufyan.

Maka dari itu BNN Jawa Barat berkoordinasi dengan desa-desa di Jabar untuk memberi penyuluhan kepada generasi muda. Tidak mau kecolongan BNN Jawa Barat juga sisir perkampungan.

Seperti yang kalian semua ketahui, segerombol anak jalanan di Jawa Tengah kedapatan mengkonsumsi mabuk oplosan air pembalut wanita. Saat ini memang BNN Jabar sedang berkoordinasi dengan Dinkes keshatan Jabar untuk mengecek kandungan zat yang terdapat pada air rebusan tersebut.

(kim)