Kampanye Tanpa Pemberitahuan Akan Dibubarkan

BAHAS BERSAMA: Bawaslu Kabupaten Cianjur sedang melakukan rapat kordinasi dengan beberapa instansi terkait pelanggaran kampanye.

RADARCIANJUR.com – Bawaslu Kabupaten Cianjur memggelar rapat koordibasi yang melibatkan Satpol PP, KPU, Dishub dan Polri, Jumat (9/11).

Pada rakor yang dilaksanakan di aula Gakumdu itu, dibahas tentang penertiban alat peraga kampanye dan jaranganya pemberitahuan pelaksanaan kampanye oleh peserta pemilu kepada pihak kepolisian.

Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Hadi Dzikri Nur mengatakan, bahwa berdasarkan peraturan daerah (Perda) nomor 13 tahun 1995 tentang kebersihan, ketertiban dan keindahan, alat peraga kampanye dilarang dipasang di taman kota, media jalan, ruang terbuka hijau, dipaku di pohon sepanjang pinggir jalan dan memasang spanduk melintang di jalan raya.

“Sanksinya ditertibkan oleh Satpol PP. Bawaslu tidak punya kewenangan untuk menertibkan alat peraga itu,” katanya.

Hadi mengatakan, sejak dimulainya tahapan kampanye, sujumlah partai politik atau pun caleg, masih banyak yang tidak melakukan pemberitahuan kepada kepolisian.

“Jika Partai Politik atau Caleg melakukan kampanye tanpa melakukan pemberitahuan kepada kepolisian, maka Bawaslu berhak untuk membubarkan kampanye tersebut,” katanya.

Menurutnya, untuk pemasangan alat peraga kampanye di angkutan umum meski tidak diatur secara jelas di PKPU, namun jika mengacu pada pasal 31 poin 2 huruf G yang menyatakan alat kampanye dipasang di sarana publik. Berarti pemasangan alat peraga dalam angkutan umum itu tidak boleh.

“Nanti hari Senin kami akan melakukan pertemuan dengan Dishub untuk merumuskan sekema penertiban alat peraga kampaye yang terpasang di angkutan umum,” pungkasnya.

(dil)