Musim Hujan, Petani Cemas

WASPADA CUACA: Petani sayur di Kecamatan Gekbrong sedang menanam sayuran. Memasuki musim hujan, petani was-was tanamannya rusak.

RADARCIANJUR.com – Tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur mulai dikeluhkan para petani sayur mayur.

Di wilayah Kecamatan Gekbrong, sejumlah petani sayur mayur mengaku terancam mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat gagal panen.

Tanaman sayur mayur seperti sawi, tomat, cabai, bawang daun dan kol ikut rusak akibat hujan yang terus mengguyur dengan intensitas tinggi. “Hujan sejak beberapa minggu ini berdampak pada tanaman sayuran,” ungkap Rohiman (48), petani asal
Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong, (11/11).

Menurutnya, musim hujan kali ini, menjadi masa sulit bagi petani sayur mayur. Sebab sebagian besar tanaman hortikultura ini rentan terhadap hujan dalam intensitas tinggi. Akibatnya, banyak tanaman yang rusak dan mati. Pada musim hujan seperti ini tanaman juga rentan terserang penyakit.

“Pada musim hujan tanaman cabe, jenis penyakitnya macam-macam dan sulit ditangani, seperti pathek yang memngakibatkan busuk buah dan sulit diobati,” katanya.

Lanjut Rohiman, selain cabai, sayuran lainya juga terancam mengalami kegagalan panen seperti tomat, sawi dan sejumlah sayur mayur lainnya.

“Kami khawatir kalau sudah gagal panen petani pasti kesulitan modal untuk menanam lagi,” katanya.

(dil)