Selatan Lumpuh, Utara Porak Poranda

Longsor di Naringgul Cianjur Selatan

RADARCIANJUR.com – Kabupaten Cianjur benar-benar diterpa bencana kemarin. Hujan yang disertai angin kencang selama dua hari mulai Sabtu (10/11) hingga Minggu (11/11) membuat wilayah Cianjur Selatan dan Utara babak belur. Di belahan Selatan, Jalan Naringgul-Cidaun lumpuh diterjang longsor, sedangkan di belahan Utara sejumlah lapak pedagang porak poranda dihembus angin kencang.

Jalan Naringgul menuju Cidaun maupun sebaliknya lumpuh total setelah tebing Cicatang setinggi 15 meter ambruk menutupi jalan utama, sekitar pukul 14:00 WIB, Minggu (11/11). Informasi yang disampaikan warga setempat, kondisi material longsoran tebing ambruk menumpuk sekitar empat meter dan panjang sekitar 20 meter.

Sehingga para pengguna jalan terjebak di lokasi tepatnya di tikungan Kampung Cigarogol RT 1/RW1, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul. Kapolsek Naringgul melalui salah satu anggotanya, Aiptu Heri Sobari mengatakan, tebing longsor setelah hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur Cianjur. “Tingginya ada sekitar 15 meter ambruk. Pihaknya sudah berkoordinasi sekaligus menghubungi pihak PU Bina Marga terkait adanya kejadian saat ini (kemarin, red),” katanya.

Aiptu Heri Sobari mengimbau kepada warga dan para pengguna jalan, bila sedang berpergian melintas atau menuju akses jalur Naringgul lebih waspada dan ekstra hati-hati pasalnya sering terjadi longsor. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor saat ini, namun hanya butuh evakuasi saja. Mungkin besok (hari ini, red) akan dievakuasi oleh dinas terkait,” pungkasnya.

Sementara, seorang sopir Hasan (37) membenarkan, bila musim hujan dikhawatirkan longsor terjdi. Meski rawan, dirinya tidak mempunyai pilihan pasalnya jalur Naringgul merupakan alternatif menuju Bandung. “Mau tidak mau harus menunggu lama. Karena terjebak ada tumpukan longsoran. masih beruntung tidak ada hal diharapkan terjadi. Hanya menunggu evakuasi dari pihak dinas terkait,” katanya kepada Radar Cianjur.

Anggota DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz bertindak cepat untuk membantu penanganan longsor tersebut, dengan langsung menghubungi Kepala Tim Kementerian PUPR PJN wilayah V Jawa Barat, untuk menurunkan alat berat guna membersihkan material longsoran. “Saya sudah menghubungi balai Kementerian PUPR PJN wilayah V, untuk segera menurunkan arat berat, dan alhamdulillah sore jalan sudah mulai bisa dilalui kendaraan, meskipun belum normal sepenuhnya,” ujarnya.

Lain cerita dengan belahan Cianjur Utara. Bencana juga terjadi di Kecamatan Cipanas. Dimana angin puting beliung melululantahkan beberapa bangunan. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/11).

Puluhan warung dan kios semi permanen milik warga di sepanjang jalan Raya Cipanas, Desa Cipanas rusak parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, selain warung dan kios, beberapa pohon yang berada di pinggir jalan juga runtuh.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian itu. Namun kerugian material di taksir puluhan juta rupiah. Salah satu korban bencana angin puting beliung, Ridwan (32) mengatakan, angin kencang yang disertai hujan deras datang secara tiba-tiba sekitar pukul 16.00 sore dan secara serentak menghancurkan puluhan kios dan warung.

“Angin yang datang diiringi dengan suara gemuruh datang dari arah barat Kemudian langsung menerjang warung saya, dan kios lainnya,” tutur Ridwan saat di konfirmasi di lokasi kejadian.

Menurutnya, sedikitnya ada sekitar sepuluh warung mengalami rusak parah akibat angin puting beliung. “Sekarang warga sekitar dan pemilik warung bersama-sama membersihkan bekas puing-puing warung dan kios. Semoga saja ada bantuan untuk korban dalam musibah ini,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil turut menyampaikan rasa keprihatinannya. Setidaknya, dua tim perbaikan jalan yang longsor di Gentong Tasikmalaya dan Naringgul Cianjur sudah diterjunkan ke lokasi untuk memperbaiki jalan yang terputus oleh longsor. “Warga Jawa Barat mohon selalu waspada di jalanan antar daerah dengan cuaca hujan yang sering deras minggu-minggu ini. Hatur nuhun,” tulisnya di akun instagram miliknya.

(mat/dan)