Buku Nikah tak Berlaku

Buku nikah diganti dengan kartu nikah.

RADARCIANJUR.com – Wacana penggantian buku nikah menjadi kartu nikah tengah ramai digunjingkan. Namun, masyarakat yang sudah menikah dan memiliki buku nikah tak perlu khawatir.

Pasalnya, buku nikah akan tetap berlaku dan tak perlu diganti dengan kartu nikah. Rencananya, kartu nikah ini akan mulai diberlakukan pada 2020 menggatikan peran buku nikah.

Melalui Humas Kemenag Kabupaten Cianjur, Rahmita Pujiawati menuturkan, belum ada instruksi dari pusat mengenai peluncuran kartu nikah ini. Informasi yang didapat pun kartu nikah tersebut akan diluncurkan pada tahun 2020.

”Setau saya peluncurannya tahun 2020 tapi sudah ramai sekarang, sementara kita belum ada instruksi dari pusat dari mulai alat dan teknis lainnya tapi nanti kami akan melakukan rapat internal untuk melakukan sosialisasi kedepannya,” ujarnya.

Menurutnya, segala persiapan kehadiran kartu nikah ini masih belum dipersiapkan, mulai dari alat, teknis di lapangan hingga sosialisasi ke setiap KUA pun belum.

Mita pun mengatakan, bentuk dan tampilan fisik dari kartu nikah layaknya seperti kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), akan tetapi terdapat foto dan nama.

Sehingga ada barcode yang tertera pada kartu nikah, ketika discan atau dipindai akan terdapat data pemilik kartu nikah tersebut. Bagi masyarakat yang sudah menikah tak perlu panik.

”Buku nikah yang telah dimiliki masih tetap berlaku dan tak perlu membuat kartu nikah. Prosesnya diberikan berbarengan dengan buku nikah, sehingga pengantin akan menerima kartu beserta buku nikah,” ujarnya.

Kartu nikah akan dikeluarkan bagi pasangan yang melakukan pernikahan nantinya. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2018 tentang pencatatan perkawinan.

”Untuk pengantin lama tidak usah membuat lagi, ini hanya untuk pengantin baru dan buku nikah masih tetap ada sesuai dengan PMA nomor 19 Tahun 2018,” paparnya.

Perlu diketahui, kartu nikah tersebut berbentuk persegi panjang dengan tulisan Kementerian Agama dan ’Kartu Nikah’ di atasnya. Kartu nikah tersebut berlatar warna hijau dengan banyak logo Kemenag yang dibuat transparan. Kemudian di bagian tengah ada foto pria dan wanita dan di bawah lagi ada kode QR.

”Buku Nikah dan Kartu Nikah yang akan diberikan kepada pasangan nikah diberi kode QR yang dapat dibaca dengan menggunakan barcode/QR scanner yang tersambung dengan aplikasi simkah untuk mengatasi maraknya pemalsuan buku nikah,” kata Dirjen Binmas Islam Muhammadiyah Amin.

Kartu nikah berisi tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah.

”Alasannya, kita ke mana-mana bawa buku nikah nggak? Nggak kan karena berat. Kartu nikah (jadi) praktis. Alasan kedua, berkembangnya hotel-hotel syariah, mereka minta buku nikah. Kalau ada orang ke hotel sama keluarga, akan ditanya mana buku nikahnya. Itu kan jarang orang buku nikah,” ujar Amin.

Ketiga memudahkan kita, karena dia integrasi sama nomor kependudukan bisa jadi pengganti identitas juga. Kalau seseorang tidak bawa KTP, bisa digunakan juga kartu nikah. Amin membeberkan mudahnya mengurus kartu baru sebagai pengganti.

”Kalau hilang, diganti. Mudah itu, datang lagi ke KUA yang menerbitkannya. Pokoknya gratis semua, tanpa bayar, karena berkaitan dengan akta kependudukan,” jelas Amin.

Amin menambahkan, penerbitan kartu nikah akan dimulai di kota-kota besar seperti Jakarta. Nantinya, kartu nikah benar-benar menggantikan peran buku nikah yang akan ’pensiun’ pada 2020.

(kim/dtk)