Cianjur Siaga Hingga Mei 2019

Longsor di Naringgul Cianjur Selatan

RADARCIANJUR.com – Evakuasi terus dilakukan tim gabungan. Namun, tak ingin bersantai menghadapi bencana di kemudian hari, status siaga Kabupaten Cianjur pun diberlakukan hingga 31 Mei 2019.

Kepala Bale Besar PUPR PJN wilayah VI, Ir Heri Suko mengatakan, pihaknya turun langsung ke lokasi jemput bola mulai dari sejak malam, sedikitnya empat alat berat langsung bekerja membersihkan material longsoran dan untuk sementara penguna jalan bisa lewat hanya pejalan kaki.

”Nah, itu pun harus memberhentikan dulu alat yang sedang bekerja,” katanya kepada Radar Cianjur.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan upaya pengerjaan untuk membuka jalur yang tertimbun material longsoran dengan ketebalan hampir lima meter dengan panjang mencapai 50 meter.

Diperoritaskan satu hari atau sampai dua hari ini jalur sudah harus bisa kebuka.

”Empat alat berat dua exsavator dan dua loader sudah mulai bekerja di lokasi, evakuasi pembersihan material longsor diperkirakan menghabiskan waktu lama, karena tebalnya material longsor menumpuk dan menutupi semua akses jalan di kilometer 232 plus 450 tikungan Cicatang,” jelas Heri.

PUPR Provinsi Jawa Barat mengimbau, kepada para pengguna jalan mohon bersabar dan jangan memaksakan diri untuk melintas. Pasalnya, alat berat sedang fokus bekerja, dikhwatirkan apa bila memaksa melintas terkena material longsoran.

”Ke depan karena daerah sini rawan longsor rencananya kita akan membangun kembali drainase atau pengaturan adalah pembuangan massa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat,” tuturnya.

Pembuangan ini dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air drainase saluaran air. Supaya air tidak menyumbat, dan tidak terjadi lagi longsoran seperti saat ini terjadi.

”Kami juga mengimbau kepada para pengguna jalan dan warga setempat supaya sama-sama menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz memuji langkah cepat Kementerian PUPR yang bertindak cepat menangani longsor di Cianjur selatan. Hal itu dikatakannya saat meninjau langsung penanganan longsor, Senin (12/11) dan didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Jakarta Hari Suko Setiono.

”Dua alat berat sudah dikirim ke lokasi. Langkah cepat PUPR ini patut diapresiasi,” kata Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

Menurut Neng Eem, jalur Cidaun-Naringgul memiliki arti yang sangat penting bagi perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Cianjur, khususnya Cianjur bagian selatan. Sebab, jalur itu merupakan satu-satunya jalan yang bisa digunakan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dari para petani ke Bandung.

“Saya akan terus memantau perkembangan dan proses pembersihan badan jalan dari longsoran tanah hingga benar-benar kembali bersih dan masyarakat bisa menggunakannya dengan aman dan nyaman,” paparnya.

Longsor di Jalur Cidaun-Naringgul terjadi pada Minggu (11/11) dinihari. Tebing setinggi 20 meter longsor dan menimbun badan jalan tepat di Kampung Cicatang, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan.

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa pada peristiwa ini. Namun akibatnya, puluhan kendaraan yang sebagian besar membawa hasil bumi untuk dijual ke Bandung, tepatnya ke Pasar Caringin-Bandung, tidak dapat melintas.

Masyarakat sangat berharap agar tanah longsoran segera dibersihkan karena mereka tidak memiliki jalur alternatif. Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan lima anggota ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi, pemantauan dan pengkajian. Bahkan, hingga saat ini saja dari PUPR pusat, provinsi dan kabupaten sudah mengirimkan lima alat berat.

”Kami sudah mengirimkan lima anggota dan melakukan evakuasi bersama dengan PUPR pusat, provinsi dan kabupaten menggunakan alat berat yang dikirim,” terangnya.

Siaga bencana di Kabupaten Cianjur hingga tanggal 31 Mei 2019. Bahkan 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki potensi bencana dari sembilan bencana yang ada seperti gempa, tsunami, banjir, longsor dan lain-lain. Supriyatno pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada di cuaca yang ekstrim ini,

”Kepada warga masyarakat harus tetap waspada, karena cuaca yang sekarang ini cukup ekstrim,” sarannya.

(mat/kim)