PSK Cipanas Buka Harga di Medsos

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Wakil Ketua MUI Kecamatan Cipanas, Misfalah Yusuf mengatakan, efek negatif kecanggihan teknologi saat ini, di antaranya praktik prostitusi yang dilakukan secara terang-terangan oleh Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Mucikari, serta kaum Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) melalui media sosial (Medsos) dengan membuka penawaran harga.

“Jelas praktik ini harus diberantas, kami pun harus ekstra mendalaminya. Jangan sampai malah semakin maju teknologi membawa efek negatif yang menimbulkan kerusakan mental masyarakat. Kami akan berusaha meminimalisir dan berantas semampu kami,” tegasnya.

Kondisi ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Makanya MUI Cipanas secara gencar melakukan imbauan serta dakwah. Selain terhadap masyarakat di berbagai perkampungan, MUI Cipanas pun kini gencar melakukan imbauan ke berbagai sekolah.

“Disekolah sangat rawan dengan terjadinya praktik LGBT, makanya kami gencar melakukan dakwah dengan acara Dakwah Go to School. Upaya yang kami lakukan pun bekerjasama dengan pihak yang berwenang yakni pihak Kepolisian serta didukung lapisan masyarakat,” paparnya.

Ia menuturkan, wilayah Cipanas memang rawan dengan berbagai aksi prostitusi, karena fasilitas pun memadai. Terbukti dengan banyaknya vila yang disewakan secara bebas tidak adanya aturan.

“Tentunya jangan sampai malah keadaan di masyarakat ini, jadi kesempatan maksiat lebih luas,” terangnya.

Ahmad (35) salah seorang warga Desa Cipendawa mengaku kaget selepas adanya broadcast dan beberapa status dari pertemanan di salah satu media sosial. Dalam tulisannya ada penawaran harga satu jam PSK hingga satu malam.

“Menurut saya ini sudah fatal, karena sudah terang-terangan, tentunya hal ini bisa merusak mental penerus masa depan. Untuk itu diharapkan pemerintah terlebih penegak hukum segera untuk membasmi penyakit masyarakat tersebut,” ungkapnya.

(dan)