30 KM Tour de Megalith

MENGAYUH SEPEDA: Ribuan Peserta ikuti acara Tour de Megalith Cianjur-Gunung Padang 2018.

RADARCIANJUR.com – Para pencinta sepeda tumpah ruah di area situs megalith terbesar di Asia, yakni di situs Gunung Padang Campaka Cianjur, Sabtu 17 November 2018.

Mereka adalah peserta Tour de MTour de Megalith egalith Cianjur-Gunung Padang 2018 yang berasal dari tujuh provinsi, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

Peserta Tour de Megalith tersebut sebelumnya dilepas oleh Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman di halaman Pendopo Pemkab Cianjur, yang selanjutnya menyusuri route sepanjang 30 KM menuju situs megalith Gunung Padang Campaka.

Ketua panitia, Fonda menjelaskan, tour de Megalith Cianjur-gunung padang 2018 ini dilaksanakan selama dua hari dengan tujuan selain untuk bersilaturahmi diantara para pecinta olahraga sepeda, juga dalam rangka lebih memasyarakatkan sepeda sebagai alat transportasi yang murah, ramah lingkungan dan sangat berguna untuk kesehatan.

“Tentunya acara ini juga sangat bermanfaat untuk kesehatan, karena di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, khususnya bagi para pecinta olahraga sepeda yang mengikutinya,” ujarnya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Tour de Megalith Cianjur-Gunung Padang 2018, dan menyatakan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin setiap tahunnya. “Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang akan digelar setiap tahunnya,” katanya.

Sementara itu, Tokoh Cianjur sekaligus salah satu Tokoh Masyarakat Gunung Padang, Abah Ruskawan mengatakan, adanya kegiatan Tour de Megalith Cianjur ke situs Gunung Padang sangatlah baik. Hal itu secara tidak langsung menjadi media untuk promosi gunung padang ke berbagai daerah. Pasalnya peserta yang mengikuti kegiatan tidak hanya dari daerah Cianjur, ada juga dari luar Cianjur.

“Ini sangat bagus. Bahkan banyak peserta dari luar Cianjur seperti Lampung, Bali, dan sebagainya, mengikuti kegiatan ini salah satu daya tariknya gunung padanga,” pungkasnya.

(jun)