Sikat Habis Tanpa Pandang Bulu

SINERGITAS: Bawaslu Jawa Barat berkomitmen Pemilu yang bersih dan berintegritas, khususnya di Kabupaten Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat (Jabar) bersama Bawaslu Kabupaten Cianjur menolak serba-serbi politik uang dan politisasi SARA. Komitmen itu pun dideklarasikan di lapangan Brimob, Cipanas, Minggu (18/11.

Korlip Pengawasan Bawaslu Jawa Barat, Zaki Hilmi mengatakan, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan peserta Pemilu agar meningkatkan dan membangun komitmen Pemilu yang bersih dan berintegritas. “Deklarasi ini diawali dengan konsolidasi dan merumuskan berbagai hal terkait tolak politik uang, penghinaan, hasutan, dan adu domba, dan ujaran kebencian atau Hoax,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada beberapa pelanggaran yang sedang di proses Bawaslu Jabar, salah satunya adalah pelanggaran penayangan iklan di media, di kota Bekasi. Sedangkan selebihnya berupa kegiatan penertiban pelanggaran yang ada di beberapa titik di Jawa Barat.

“Kami sudah menertibkan 2.500 titik alat peraga kampanye (APK) di sejumlah daerah karena dipasang di fasilitas daerah, tempat ibadah, tempat pendidikan, kesehatan dan tempat lainnya,” paparnya.

Ditambahkan Zaki, pihaknya juga mengajak dan mengimbau terkait masalah pemasangan APK, kepada seluruh Partai Politik, agar benar-benar mentaati aturan yang berlaku. Apalagi untuk branding di mobil atau Angkutan Umum (angkum).

“Kalau dari sisi regulasi kampanye sebetulnya sudah diatur bahwa terkait branding atau one way, pada PKPU 23 Pasal 51 itu hanya diperbolehkan dipasang personal pengurus partai saja. Tetapi kalau memuat gambar Caleg, atau Capres di Angkutan Umum (Angkum) itu tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Menurut Zaki, kegiatan seperti ini merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam hal ini, Bawaslu Jabar ingin berkontribusi untuk semua elemen masyarakat yang ada di Provinsi Jawa Barat sehingga Pemilu mendatang lebih demokratis.

“Ini sebetulnya momentum yang integratis. Sehingga diharapkan tidak ada lagi praktik politik yang menyimpang, seperti politik uang. Dimana nantinya akan lahir dari penyelenggara Pemilu yang bersih, dan berintegritas,” tukasnya.

(dan)