Kades Rawan Diperalat

SINERGITAS: Bawaslu Jawa Barat berkomitmen Pemilu yang bersih dan berintegritas, khususnya di Kabupaten Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat tengah gencar melakukan sosialisasi terhadap seluruh segmentasi masyarakat. Salah satunya kemungkinan keberpihakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa saat kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Koordinator Divisi Humas Hubal Bawaslu Jawa Barat, Lolly Suhenty mengatakan, dalam Pemilu 2019 nanti, banyak pihak akan memanfaatkan para kepala desa untuk mendapat dukungan. “Apalagi ketika masa kampanye sekarang dan banyaknya kandidat yang berpartisipasi, tidak menutup kemungkinan mereka bermanuver dengan kekuatan ASN dan kepala desa,” ucap Lolly di salah satu Hotel di Cipanas, dalam sosialisasi pengawasan Pemilu Partisipatif bagi ASN dan kepala desa, Senin (19/11).

Terkait penyalahgunaan fasilitas negara, lanjut Lolly, ada beberapa kepala daerah sekaligus menjabat pimpinan partai politik. Hal tersebut akan menjadi fokus Bawaslu Jabar agar tidak ada penyalahgunaan serta upaya penggerakan ASN yang tidak netral.

“Sanksi pidananya ada di pasal 280. Jika dianggap tak netral maka Bawaslu akan melakukan tindakan. Proses selanjutnya merekomendasi kepada kementerian aparatur sipil negara untuk melakukan eksekusi hukumannya,” tutur Lolly.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Jawari menjelaskan, para kepala desa, camat, dan kepala dinas di Kabupaten Cianjur yang hadir dalam kesempatan tersebut, akan ditindak tegas mengenai sanksi apabila ASN terbukti melakukan pelanggaran politik atau tidak netral.

“Jika ASN tak netral akan berdampak banyak kepada warga lainnya. Apalagi sebagai pelayan publik, kami terus mengingatkan agar bisa benar-benar netral,” kata Usep.

(dan)