Pengusaha Kandang Ayam Disoal

AUDIESI: Warga Desa Murnisari, Kecamatan Mande minta pihak perusahaan melibatkan masyarakat dalam membuat izin.

RADARCIANJUR.com – Warga Desa Murnisari, Kecamatan Mande merasa haknya telah diberangus oleh pengusaha kandang ayam. Karena, warga menilai tidak pernah dilibatkan dalam proses izin lingkungan, Rabu (21/11).

Salah satu snggota Pemuda Pancasila (PP) PAC Mande, Wawan Kurniawan membenarkan, keberadaan pembangunan kandang ayam seluas 12 hektar di dua desa tersebut, diindikasi ada dugaan menyalahi proses pembuatan izinnya.

“Kenapa kami mempertanyakan? perusahaan tidak melibatkan permintaan izin lingkungan dari masyarakat di sekitar lokasi pembangunan,” katanya kepada Radar Cianjur dan bebarapa awak media cetak dan online.

Ia menyambaungkan, warga yang terdampak di lokasi sekitar pembangunan, menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap pengusaha sekaligus Pemkab Cianjur melalui beberapa dinas terkait, selama ini telah bisanya dipermudah meluncurkan izin tanpa persetujuan.

“Sebelumnya warga dimintai identitas lengkap serta nomor telepon, melalui selembar kertas. Tapi, pemungutan data identitas tersebut, menurutnya bukan lah persetujuan dari izin lingkungan,” akunya.

Pihaknya menyebutkan, pernah warga dimintai data identitas. Tapi, pada selembar kertasnya tidak tertera keterangan peruntukan dimintainya data tersebut. Kemudian data itu juga tidak dilengkapi dengan tanda tangan.

“Pengumpulan data tersebut belum bisa dijadikan alat dasar untuk proses ditempuhnya izin perusahaan kandang ayam tersebut,” jelas, Wawan.

Warga berharap agar perusahaan bisa menempuh perizinan secara baik-baik, dan sesuai prosedur. Sehingga ke depan secara berkelanjutan ada sinergitas dengan warga terkena dampak dan Pemkab Cianjur melalui dinas terkait harus memberikan sangsi tegas kepada salah satu prusahaan khususnya, dan umumnya semuanya harus diberikan pemahaman secara detail.

(mat)