Tujuh Bulan Gaji Karyawan Hotel Wisma Ciloto Digantung

SEPI: Nampak sepi pengunjung dan tamu wisma Ciloto

RADARCIANJUR.com – Sekitar 30 karyawan Hotel Wisma Ciloto, Desa Ciloto Kecamatan Cipanas, Cianjur, mengeluh. Pasalnya sudah hampir tujuh bulan mereka (Karyawan) belum mendapatkan hak dari pihak management wisma, seperti gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran kemarin.

Fs (40) salah satu karyawan mengaku, dirinya bersama karyawan lain sudah bekerja cukup lama di wisma tersebut. Bahkan rata-rata sudah bekerja hingga belasan tahun. Namun, sejak tujuh bulan lalu mengeluhkan dengan kondisi belum menerima pembayaran gaji.

“Sudah tujuh bulan ini gaji kami digantung sama pihak manajemen, sempat dua bulan lalu di kasih 500 ribu, itupun kata pihak manajemen uang tersebut adalah pinjaman,” bebernya saat di konfirmasi, Rabu (21/11).

Nominal besaran upah yang diterima, menurutnya, itu tergantung dari posisi dan jabatan di wisma tersebut. Hanya rata-rata karyawan biasanya dibayar oleh manajemen sebesar Rp 2,1 juta perbulan.

“Nah, selama enam bulan kebelakang terhitung mulai April 2018 lalu sampai September ini, pembayaran gaji oleh pihak wisma mulai terhenti,” tuturnya.

Lanjut Fs, dengan kodisi ini yang terus menerus, dirasakan para karyawan semua sangatlah merugi. Hingga berdampak pada kondisi ekonomi keluarga karyawan masing-masing.

“Bayangkan saja pak, kami yang masing-masing sudah memiliki anak dan istri mau menutupi kebutuhan sehari-hari dari mana. Padahal kewajiban kami sebagai karyawan sudah dipenuhi tiap hari, tetapi hak kami belum ditunaikan terus,” terangnya.

Diakuinya, kondisi macet gaji karyawan Wisma Ciloto yang di ketahui milik Kementrian Agama (Kemenag) ini, sudah sejak tahun 2016.

“Waktu awal berdirinya wisma ini pada 2003 lalu, itu dikelola oleh pihak Treva International. Gaji kita lancar-lancar saja kang. Namun setelah diambil alih kembali oleh Kemenag melalui biro umum, mulai nih gajinya terus terhambat,” ujar dia.

Hal serupa diungkapkan Sn (47) salah satu Spv, bahwa alasan mengenai penyebab belum diberikannya gaji pada karyawan, yang berdasarkan keterangan pihak manajemen, yaitu kondisi Wisma Ciloto sedang sepi dan tidak ada pemasukan buat menutupi hak-hak karyawan.

“Dari Departemen Agama (Depag) Pusat sempat kesini dan menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan bantuan dana sedikit pun untuk gaji para karyawan, dengan alasan tidak ada anggaranya,” tukasnya.

Sementara itu, Humas Kemenag Kabupaten Cianjur Ayi mengatakan, sebelumnya, Wisma Haji dikelola pihak ketiga yang belerkasama dengan Kemenag Pusat.

“Kami belum tahu kalau sudah dikelola kembali oleh Kemenag Pusat. Kalau sebelumnya dikelola pihak ketiga. Termakasih informasinya, besok (hari ini, red) kami akan chek ke bagian Bimas, kalau memang sudah dikelola kembali oleh Kemenag Pusat, ya kami Insya Allah bisa bantu komunikasi,” singkatnya melalui telpon seluler.

(dan)