Berapa Ton Benih Padi Jatah Cianjur?

Benih padi

RADARCIANJUR.com – Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur mengklarifikasi soal benih padi yang mendadak seret khususnya petani sudah tergabung dalam kelompok tani di Kabupaten Cianjur.

Pihaknya menyebutkan, bantuan benih padi itu dikucurkan Pemerintah Pusat dan Provinsi disesuaikan, tergantung kebijakan. Seperti, tahun ini ada sekitar, tujuh kegiatan di lahan sawah dan kering, tersebar di 32 kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanam Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Henny Iriani mengatakan, bantuan dikucurkan atau diberikan itu disesuaikan. Artinya, tidak menentu, kadang satu tahun ada yang satu kali dan dua kali.

“Ya, jelasnya sesuai kebutuhan atau tergantung strategis setiap tahun itu berbeda-beda. Jadi para petani harus mengetahui informasi tersebut,” katanya kepada Radar Cianjur.

Bantuan benih padi diberikan berbagai macam jenis dan tergantung kebutuhan. Sehingga jangan sampai menjadi polemik. Misalnya, tahun 2018 saat ini ada bantuan diberikan untuk lahan sawah sekitar 10.701 hektar, dan lahan kering sekitar 600 hektar.

“Nah, total bantuan tahun ini untuk lahan kering dan sawah sekitar 282.525 ton benih,” ujarnya.

Sementara sebelumnya, Bambang (52) salah satu ketua kelompom tani warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur berharap, ada bantuan benih padi lagi dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur melalui dinas terkait. Hal serupa kelompok tani sini juga tahun ini tidak menerima bantuan.

“Kalau soal harga benih padi tergantung jenis benihnya macam-macam, dari mulai harga Rp50 ribu hingga Rp60 ribu ada. Di antaranya, varietas benih padi yang direkomendasikan untuk ditanam ini, antara lain Ciherang, Hidrida Mekongga, Situ Bagendit, dan beberapa seri varietas Inpari dan lainnya,” katanya diamini, Ii (50) petani lainnya warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Para petani menyebutkan, banyak yang bilang benih jenis hibrida pada musim tanam saat ini, karena jenis benih padi hidrida rawan penyakit. Bisa juga akibat kondisi suhu dan kelembapan udara tinggi. Kalau soal bantuan itu tergantung luas garapan, satu kantung sekitar lima kilogram isi atau beratnya.

Ditemui terpisah, salah satu kelompok tani warga Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Yusup memaparkan, rata-rata kalau setengah hektar itu 5000 meter jadinya. Sekitar tiga kali panen per tiga bulan sekali, kalau bantuan sekitar enam kintal tinggal dibagi rata saja.

“Artinya kalau diratakan bantuan satu kelompok tani hanya satu kintal, anggotanya mayoritas sekitar 10 orang. Ya, berharap kalau keinginan ada bantuan benih lagi, jadi bisa meringankan biaya juga. Meskipun itu juga bantuan sebetulnya masih kurang,” ujarnya.

Dinas Pertanian berharap, kepada para petani yang masih belum tergabung dalam kelompok tani berharap segera bergabur. Sehingga informasi tidak ketinggalan, jadi jangan sampai salah persepsi hal kontek lain, atau dengan kata lain kesalahan dalam persepsi.

(mat)