IMB UMKM Bikin Ribet

RADARCIANJUR.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur menginformasikan sekaligus berikan bocoran, mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) harus ditempuh, berdasarkan PP 24 Tahun 2018.

Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur melalui Kabid, Superi Faizal mengatakan, proses persyaratan tersebut itu berlaku bulan Juli 2018 awal. Maka itu bila warga hendak mau mendirikan UMKM itu harus mengetahui informasi dan pertanayakan ke dinas jangan ragu.

“Silahkan kalau mau bertanya atau butuh infromasi terbaru mengenai IMB, dan proses persyaratan membuka UMUK atau home industri. Karena saat ini mengenai perijinan itu terintegrasi secara elektronik melalui media sosial (medos), jadi terbuka dan transparansi,” jelasnya kepada Radar Cianjur.

Pihaknya menyebutkan, kalau untuk Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP) itu ke negaranya pajaknya sekitar Rp5 juta, itu langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur. Kalau IMB berdasarkan aturan atau prosedural itu sekitar Rp18.9 ribu permeter persegi, tinggal dikalikan saja berapa luas bangunannya. Baik itu ruang produksi pabrik, gudang, dapur, jalan lingkung dan lainnya.

“Nah, kalau jalan lingkung itu Rp18 ribu lebih per meter persegi. Artinya ada pengurangan,” ujar, Pri panggilan akrab di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur.

Sementara, Dadang (50) salah satu warga Kecamatan Sayangkulon memaparkan, mengenai soal pendirian ijin usaha atau UMKM di Cianjur sangat sulit dan ribet istilahnya bisa dikatakan. Banyak aturan main dan proseduralnya, ini kan? cuman hanya home industri kecil-kecil tidak besar. Justru mebantu para pedagang warung di pelosok kampung atau desa.

“Bahkan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) diperkerjakan warga setempat biar tidak mengaggur bisa kerja ada penghasilan. Ya, intinya perijinan jangan dipersulit bisa dipermudah. Karena usaha pabrik kerupuk saudara saya kan masih merintis dari nol belum besar seperti apa yang dikira,” pungkasnya, diamini Asep (60) kakak kandungnya saat ditemui.

(mat)