Ibu-ibu Sasaran Virus Hoaks

RADARCIANJUR.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Aban Sobandi, menyebut, penyebaran berita hoaks tak hanya terjadi di kawasan perkotaan tapi sudah menyasar kaum ibu di perkampungan.

Berkaca dari hal tersebut pihaknya ikut turun memberikan pemahaman kepada kaum ibu di pelosok Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber agar tak terjangkit virus hoaks.

“Penyebaran hoaks sudah masuk kampung mudahnya warga di kampung menjadi sasaran hoaks menjadi tugas pemerintah dan lembaga terkait lainnya untuk memberikan pemahaman bahaya hoaks dan antisipasi agar warga tak menjadi korban hoaks,” kata Sekda, kemarin.

Aban mengatakan, sebelumnya unsur Muspida dan lembaga terkait lainnya termasuk TNI dan Polri sudah mendeklarasikan gerakan penolakan hoaks. Untuk menindaklanjuti hal tersebut tentunya perlu adanya sinergitas dengan pihak lain salah satunya yayasan Droupadi yang konsen di masalah antisipasi hoaks untuk lebih banyak mendorong dialog interaksi di tengah masyarakat guna meminimalisir isu-isu hoaks yang berkembang.

“Kami tentunya mendukung kegiatan ini, makanya kami mendorong agar semuanya dapat bersinergi dan bekerjasama meminimalisir hoaks serta ujaran kebencian,” katanya.

Direktur Eksekutif Yayasan Drupadi Ni Loh Gusti Madewanti, mengatakan, pihaknya ingin melakukan analisis di akar rumput terkait penyebaran hoaks dan dilakukan di 14 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Konteks elite politik hanya mendengar selentingan, kami turun ke akar rumput menyasar 100-150 warga kampung, mereka yang paling dekat yang paling gaduh dan mudah diobok-obok dengan adanya penyebaran hoaks ini,” kata Anti sapaan akrabnya.

Ia mengatakan narahubung yang diundang pada kegiatan tersebut adalah mereka yang kompeten dan bisa menjelaskan definisi berita bohong yang sering terjadi.

“Mereka yang diundang harus punya kapasitas harus tahu apakah berita ini benar atau tidak,” katanya

Ia mengatakan, Cianjur merupakan daerah ke empat setelah beberapa kabupaten lain yang melaksanakan dialog.

“Dialog ini dilakukan di tingkat bawah karena tingkat bawah merupakan yang paling dekat dengan isu-isu dan paling gampang dipengaruhi,” katanya.

(dil)