Tradisi Ngabungbang di Padepokan Maung Bodas Desa Sukamulya

SAKRAL: Ketua Padepokan H Iman Nurjaman sedang memandikan pusaka leluhur.

RADARCIANJUR.com – Setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Padepokan Maung Bodas di Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang selalu dipadati murid-muridnya yang datang dari berbagai daerah.

Masyarakat setempat selalu berbondong-bondong menyaksikan tradisi tahunan itu. Lapang padepokan Maung Bodas dipenuhi warga untuk menyaksikan pelaksanaan ngabungbang.

Ritual ngabungbang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB yang dipimpin langsung oleh ketua padepokan H Iman Nurjaman. Ritual ngabungbang ini dipercaya untuk menguji ilmu kebatinan sekaligus meningkatkannya.

Murid-murid di Padepokan Maung Bodas melaksanakan ritual ngabungbang satu kali dalam setahun. Pada ritual itu setelah mandi, ilmu yang ditekuni dites oleh guru padepokan dalam kegelapan malam.

Menurut Ketua Padepokan H Iman Nurjaman, tradisi tersebut sudah berlangsung lama karena ritual ngabungbang dilaksanakan padepokan Maung Bodas tersebut merupakan warisan budaya leluhur.

“Ritual ngabungbang berlangsung setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni tanggal 12 bulan Maulid. Ritual ngabungbang ini dimanfaatkan padepokan Pencak Silat Maung Bodas sebagai moment untuk mematangkan tingkatan ilmu para murid,” jelasnya.

Menurutnya, ritual ngabungbang juga merupakan waktu yang dianggap tepat untuk memandikan berbagai jenis benda pusaka peninggalan leluhur.

“Saya hanya mengingatkan saja, agar para murid dipadepokan ini tidak meminta segala sesuatu kepada benda yang dipusakakan, akan tetapi tetap berpegang teguh pada keyakinan dan kekuasaan Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa,”pungkasnya.

(dil)