RSUD Cianjur Persulit Pasien ODGJ

TUNGGU ANTRIAN: Sejumlah pasien Poli Jiwa RSUD Cianjur sedang mengantri untuk menerima lauanan kesehatan.

RADARCIANJUR.com – Dua rumah sakit daerah yang ada di Cianjur yakni selalu bikin masalah. Hal itu memancing sejumlah elemen yang tergabung dari mahasiswa, pemuda, dan masyarakat geram.

Di RSUD Cianjur, Poli Jiwa bikin ulah dengan mempersulit pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pasalnya, pola pendaftaran via online whatsapp yang diterapkan, selalu memberikan jawaban kuota pendaftaran penuh. Ironisnya, ketika pasien ODGJ mendaftar langsung, pihak Poli Jiwa mewajibkan pendaftaran via online.

Berdasarkan narasumber yang namanya enggan ditulis, menerangkan bahwa ada praktek jual beli kupon ACC antrian kepada yang tidak membutuhkan. Menurutnya, pihak RSUD jelas-jelas memberikan kuota Poli Jiwa, kepada yang bukan ODGJ. Ia menyayangkan kejadian tersebut, mengingat ODGJ yang membutuhkan pengobatan jadi dipersulit dengan kuota pendaftaran yang selalu penuh.

Menanggapi kasus ini, Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Cianjur, Ryan Dwinanda sangat menyayangkan kejadian tersebut. Pasalnya, indikasi dugaan jual beli obat obatan terlarang terjadi karena Poli Jiwa RSUD memberikan kuota kepada yang bukan ODGJ. Buntutnya, lanjut dia pasien ODGJ jadi terlantar karena tidak bisa mendaftar.

“Bongkar, usut tuntas kenapa pasien ODGJ dipersulit sedangkan yang bukan ODGJ kenapa bisa dapet tiket ACC. Ini aneh,” ujarnya.

Masih kata Ryan, coba lihat sudah bagaimana memprihatinkannya peredaran obat-obatan terlarang seperti alpazolam atau clozapine. Itu kan obat untuk ODGJ harus dengan resep dokter. Kenapa bisa sampai didapat orang yang bukan ODGJ.

“Berdasarkan data GRANAT Cianjur, Cianjur ini bukan darurat narkoba, tapi darurat obat obatan terlarang,” tegasnya.

Sementara itu, Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya ketika dikonfirmasi terkait berita ini menjelaskan, pihaknya harus koordinasi terlebih dahulu kepada pihak Poli Jiwa untuk memberikan tanggapan soal kejadian tersebut.

“Abdi konfirmasi dulu ke pihak terkait,” ucapnya.

(dil)