Save Perkesit

Perkesit

RADARCIANJUR.com – Wacana akan dibentuknya Cianjur FC bukan isapan jempol. Cianjur FC memang akan menjadi klub anyar di Kabupaten Cianjur. Namun, keberadaannya itu bukanlah untuk menggantikan keberadaan klub legendaris Cianjur, Persatoean Keseblasan Indonesia Tjianjoer (Perkesit).

Ketua PSSI Cianjur, Yatna Supriatna mengatakan, Cianjur FC dibentuk sama sekali bukan untuk menggantikan Perkesit. Justru, keberadaan Cianjur FC dinilai mampu menjadi pemantik klub-klub lainnya yang berasal dari Cianjur. Hal ini mengingat akan segera diadakannya verifikasi klub-klub asal Cianjur yang berada di bawah naungan PSSI Cianjur. “Perkesit tetap ada. Cianjur FC juga akan menjelma menjadi klub baru. Tidak ada istilah menggantikan,” ujarnya didampingi Wakil Ketua PSSI Cianjur, Eka Merdeka.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, PSSI akan melakukan verifikasi kepada 15 klub sepakbola yang kini ada di Cianjur. Namun, sebelum perhelatan liga dimulai, PSSI akan memberikan lima kuota bagi klub sepakbola yang ingin mendaftarkan diri. “Klub apa pun dan dari mana pun boleh. Semua akan di bawah PSSI. Tentunya harus mendapat rekomendasi terlebih dahulu dari PSSI,” tuturnya kepada Radar Cianjur.

Untuk itu, lanjutnya, tak akan menjadi masalah apabila ke depannya, Cianjur memiliki dua perwakilan klub untuk bersaing di kancah provinsi maupun nasional. Bahkan, keberadaan Cianjur FC dinilai mampu menunjang kualitas Perkesit apabila memang para pemain yang ada di Cianjur FC mampu membela Perkesit. “Jadi, nanti akan ada opsi (pilihan) untuk pemainnya. Mau tetap di Cianjur FC atau mau bela Perkesit? Semua itu dikembalikan ke pemainnya,” ungkapnya, kemarin.

Lebih lanjut ia menuturkan, wacana pembentukan Cianjur FC juga dinilai sebagai pemantik agar manajemen Perkesit lebih giat melakukan kegiatan. “Perkesit tetap ada dan tidak digantikan. Namun, yang kita tahu selama ini Perkesit seolah-olah mati suri. Nah, sekarang saatnya. Kita tunggu manajemen dari Perkesit untuk melakukan koordinasi dengan PSSI,” tambahnya.

Wakil Ketua PSSI Cianjur, Eka menambahkan, keberadaan klub-klub baru dinilai mampu mendongkrak kualitas dunia sepakbola Cianjur. Menurutnya, makin banyak klub sepakbola maka otomatis akan semakin banyak bibit berkualitas yang mampu mengharumkan Cianjur. “Tidak ada lagi pusing-pusing cari pemain. Yang ada, nanti PSSI pusing memilih pemain karena yang berkualitas terlalu banyak,” pungkas pria yang akrab disapa Caca ini.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Perkesit, Sanusi menyambut baik langkah yang diambil PSSI. Baginya, momentum ini menjadi salah satu cara agar Perkesit kembali lebih bergairah terlebih untuk mengikuti ragam kompetisi. “Momentumnya sangat tepat. Perkesit sama sekali tidak akan digantikan. Ini menjadi pr (pekerjaan rumah) baru bagi kami untuk meningkatkan performa,” ulasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua KONI Cianjur, Iwan Rio. Ia menyebut, wacana dibentuknya klub sepakbola Cianjur FC bukan untuk menyaingi Perkesit, tapi untuk membangkitkan persepakbolaan di Cianjur yang selama ini mati suri. “Jangan sampai seperti dulu, ada pelaksanaan Liga 3 di Cianjur, eh malah Cianjurnya sendiri enggak ikut,” katanya, (26/11).

Menurutnya, saat ini Kabupaten Cianjur memiliki ketua PSSI baru yang notabennya adalah atlet sepakbola dan saya berharap dapat memajukan sepakbola Cianjur. “Saya sendiri bersama-sama dengan Askab akan membentuk Cianjur FC, sebuah klub sepak bola yang profesional,” ungkapnya.

Iwan menjelaskan, wacana dibentuknya klub Cianjur FC karena melihat talenta-talenta pesepakbola di Cianjur yang terpendam, bahkan ada juga pemain sepak bola asal Cianjur yang menjadi bintang dan bermain di klub luar Cianjur. “Nah, contohnya kemarin, meski Cianjur tidak jadi peserta pada Liga 3 malah pemain-pemain yang bagusnya berasal dari Cianjur dan itu sangat disayangkan,” sesalnya.

Ia menjelaskan, sebuah club sepakbola harus memiliki owner (pemilik) dan managemen yang bagus seperti halnya klub Cianjur FC yang statusnya bisa berupa PT atau Yayasan. “Klub Cianjur FC dibentuk ke arah profesional. Untuk statusnya izinnya, mungkin kita akan membeli klub yang sudah mati karena kalau dibentuk dari awal saya rasa itu sulit,” bebernya.

Menurutnya, untuk mencari bibit-bibit pemain, PSSI Cianjur akan menyelenggarakan Liga Desa pada tahun 2019 nanti, karena melalui liga itulah talenta-talenta pesepak bola di Cianjur akan bermunculan. “Saya lihat terutama di Cianjur Selatan, banyak anak-anak yang mempunyai bakat sepakbola. Namun, bakatnya tidak tersalurkan,” pungkasnya.

(yaz/dil)