150 Petani Teh Cari Perlindungan

CARI KEADILAN: Forum Komunikasi Petani Wilayah Utara saat bersiap menuju BPN Kanwil Bandung. FOTO: DADAN SUHERMAN/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 150 petani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani (FKP) di wilayah Kecamatan Cipanas, Pacet dan Sukaresmi akan menggelar unjuk rasa damai ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bandung, Senin (26/11).

Unjuk rasa yang digelar bertujuan untuk meminta perlindungan terkait kejelasan lahan yang telah mereka garap.
Kepala Desa Cibadak, Dedi Lauhul Paris mengatakan, dalam aksi demonstrasi damai kali ini, pihaknya beserta Forum Komunikasi Petani khususnya di Desa Cibadak, bertujuan untuk meminta perlindungan dari pihak Kanwil BPN Bandung.

“Kami beserta para penggarap atau petani di sini meminta perlindungan, dan inginkan kejelasan lahan secara hukum pertanahan, bahwa lahan yang digarap sekarang adalah lahan perkebunan teh Ciseureuh yang sudah tidak produktif atau terlantar,” katanya.

Menurut Dedi, aksi yang dilakukan para petani ini adalah murni inisiatif sendiri. Dan kemudian, di Bandung pun pihaknya berkoordinasi dengan para mahasiswa peduli petani yang akan membantu menyampaikan aspirasi masyarakat di sini.

“Kami hanya memfasilitasi saja. Agar para petani dan penggarap lahan bisa lebih tenang dengan adanya keputusan nanti secara hukum dari Kanwil BPN Bandung,” ujarnya.

Dikatakan Dedi, dalam aksi unjuk rasa pemberangkatan ke Kanwil BPN Bandung pun pihaknya berkoordinasi dengan pihak Polsek Pacet.

“Alhamdulillah kami banyak yang mendukung. Mulai dari mahasiswa peduli petani, kepolisian pun yang ikut mengawal, hingga nanti diharapkan dari keputusan Kanwil Bandung bisa terealisasi sesuai harapan kami ini,” pungkasnya.

(dan)