Bawaslu: Alat Peraga Jangan Saling Menutupi

BIKIN KUMUH: Spanduk dan baligho para caleg terpasag di sekitar Jalan Raya Cipanas, membuat suasana jadi kotor. Selain itu, para caleg juga banyak yang melanggar aturan pemasangan.

RADARCIANJUR.com-Pasca ditundanya proses pencermatan DPT kedua selama 30 hari, Bawaslu punya tugas khusus untuk mencermati DPT kedua.

Komisioner Bawaslu Jabar, Wasikin Marzuki mengatakan, tugas terdekat Bawaslu saat ini adalah mencermati DPT kedua.

“Sekarang ini posisi Bawaslu terus mensosialisasikan kepada semua pengawas kecamatan di Cianjur untuk mengawasi proses pencermatan DPT kedua karena ditunda 30 hari,” kata Wasikin, Selasa (27/11) di Cianjur.

Menurut Wasikin hal lain yang menjadi sorotan Bawaslu Jabar adalah penertiban alat peraga kampanye yang masih ditemukan potensi konflik.

“Posisi penyimpanan alat peraga kampanye jangan sampai saling menutupi lalu membuat tidak senang dan membuat tersinggung, Bawaslu harus bisa menertibkan bekerjasama dengan Satpol PP agar tak terjadi konflik,” kata Wasikin.

Wasikin berharap dalam setiap tindakan dan agenda, Bawaslu senantiasa menjunjung kode etik dan berpegang kepada aturan.

Selain itu Wasikin meminta semua panitia pengawas kecamatan mempersiapkan pembentukan 6.878 pengawas TPS yang akan dilakukan pada H-23 pencoblosan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Zawari, mengatakan, secara prinsip perekrutan pengawas TPS akan dilakukan secara terbuka dengan persyaratan yang akan segera diumumkan.

“Beberapa persyaratan lainnya usia minimal 25 tahun, pendidikan minimal SMA, domisili di daerah terdekat TPS, dan tak pernah menjadi pengurus partai,” ujarnya.

(dil)