BNNK Awasi Obat Terlarang di RSUD Cianjur

TUNGGU ANTRIAN: Sejumlah pasien Poli Jiwa RSUD Cianjur sedang mengantri untuk menerima lauanan kesehatan.

RADARCIANJUR.com – Dugaan terjadinya praktek jual beli obat yang diperuntukan untuk Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) namun dipergunakan oleh orang sehat di RSUD Cianjur, mendapat sorotan berbagai pihak. Pasalnya kejadian tersebut sudah menyalahi aturan.

Berdasarkan narasumber yang enggan disebutkan namanya menuturukan, temuan tersebut berawal dari dipersulitnya pelayanan yang berawal dari adanya praktek jual beli kupon ACC antrian kepada yang tidak membutuhkan. Menurutnya, pihak RSUD jelas-jelas memberikan kuota Poli Jiwa, kepada yang bukan ODGJ.

Kejadian tersebut terindikasi dugaan jual beli obat obatan terlarang terjadi karena Poli Jiwa RSUD Cianjur memberikan kuota kepada yang bukan ODGJ. Buntutnya, lanjut dia pasien ODGJ jadi terlantar karena tidak bisa mendaftar.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, AKBP Basuki mengatakan, obat yang berada di RSUD Cianjur masuk dalam kategori psikotropika yang memang tidak selayaknya untuk dikonsumsi oleh orang yang sehat. Bahkan, hal tersebut bisa terjerat undang-undang psikotropika.

“Itu harus sesuai resep dari dokter, jika terbukti bisa diterjerat undang-undang psikotropika,” ujarnya.

Pihaknya pun tidak tinggal diam, dirinya akan melakukan pengawasan terkait hal tersebut dan masyarakat yang terbukti melakukan praktek penggunaannya akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Di lain pihak, Anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Cianjur, Istinganah menuturkan, akan melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai pokok permasalahan tersebut.

“Kita akan telusuri lebih jelas dan kami akan temui pihak RSUD,” tuturnya.

Dirinya pun menghimbau kepada masyarakat, jika mengalami keluhan atau permasalahan mengenai pelayanan diharapkan untuk datang langsung ke DPRD Kabupaten Cianjur dan didalami permasalahan yang dikeluhkan.

(kim)