Honorer Juga Peringati Hari Guru

UPACARA: PGRI Kecamatan Pacet laksanakan upacara Hari Guru Nasional. FOTO: DADAN SUHERMAN/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Pada peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke-73, Guru honorer Kategori 2 (K2) Kecamatan Pacet menanggapinya dengan kesamaan sebagai jati diri seorang guru.
Hal itu diungkapkan Ketua Guru honorer Kategori 2 (K2) Kecamatan Pacet Dasep Rohendi, bahwa tidak ada perbedaan antara guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan guru honorer lainnya.

“Kita sama-sama seorang guru, hanya tingkatan atau level statusnya saja yang berbeda. Walaupun demikian, kami guru honorer tetap mengapresiasi tentang peringatan Hari Guru Nasional ini,” kata Dasep saat dikonfirmasi, Selasa (27/11) kemarin.

Dasep mengatakan, sebagai seorang guru, baik itu SD, SMP, SMA atau SMK, dirinya tetap memberikan pengajaran kepada murid dengan sebaik mungkin. Bahkan, para guru honorer diimbau agar tetap menjaga kondusifitas di masing-masing sekolah.

“Kami tetap mensukseskan peringatan HUT PGRI waktu itu, dan mengikutinya. Tidak ada aksi apapun. Walaupun bersikukuh, tetap saja tidak akan baik. Dan kami juga bukan sang penguasa,” ungkapnya.

Lanjut Dasep, pihaknya belum ada rencana untuk melakukan aksi yang serupa, yang pernah dilakukan para guru honorer tempo hari, dengan mogok mengajar. Hanya saja, untuk komunikasi dengan pihak terkait, khususnya pemerintah daerah, tetap dijalin.

“Tidak terlepas komunikasi dengan dinas terkait pula, untuk menunggu keputusan tentang nasib kami sebagai guru honorer. Mengalir saja kang,” ucapnya.

Selain itu, dikatakan Dasep, bahwa para kepala sekolah pun melakukan pendataan ulang dengan menandatangani Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM).

“Bahwa kepala sekolah, benar-benar didata dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya di suatu sekolah. Tidak ada bahasa Kepsek ‘Odong-odong,” tukasnya.

(dan)