Ke Soreang Cuma 2,5 Jam

GEBER PEMBANGUNAN: Pemprov Jabar kini tengah fokus pada pembenahan jalur Cikadu-Ciwidey yang sudah rampung hingga 70 persen.

RADARCIANJUR.com – Masyarakat Cianjur yang kerap kali melakukan perjalanan ke Ciwidey, Kabupaten Bandung patut berbangga hati. Waktu yang relatif jauh dan waktu yang lama kini tidak akan dirasakan lagi. Pemerintah provinsi (pemprov) Jawa Barat (Jabar) kini tengah menggeber penyempurnaan akses jalan dari Cikadu menuju Ciwidey sepanjang 120 kilometer (km). Waktu yang ditempuh pun diprediksi hanya 2,5 jam saja.

Saat ini kondisi jalan tengah dibenahi dengan proses hotmix maupun pengecoran dengan target 2019 akhir jalan bisa dilalui dengan sempurna. Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa mengatakan, jalan tersebut sebenarnya merupakan proyek yang direncanakan sejak 2013-2014 dan dikerjakan bertahap sampai saat ini.

Tak sedikit masyarakat yang sudah mulai memanfaatkan kehadiran akses tersebut. “Alhamdulillah dulu waktu tempuh harus delapan jam. Akhirnya pada 2019 nanti kita bisa ke Cikadu dalam waktu 2,5 jam melalui Soreang,” ujarnya, Selasa (26/11).

Ia menambahkan, jalan tersebut dibangun untuk menembus isolasi Jabar Selatan, melancarkan distribusi hasil pertanian mapun peternakan dan hasil laut dari Jabar Selatan yang selama ini terhambat dengan akses dan lamanya perjalana. Dengan adanya jalan tersebut, para petani, peternak maupun nelayan bisa langsung menjualnya langsung ke konsumen dengan harga yang lebih mahal.

“Jalan Cikadu ini baru, cukup panjang total 120 km. Langsung Cidaun. Motong jalan tidak lewat Naringgul karena Naringgul tidak bisa memuat mobil besar, terlebih jika masih menggunakan Naringgul cost-nya cukup besar karena di sana sering longsor,” ungkapnya.

Iwa mengungkapkan, saat ini jalannya sudah selesai dan hanya tinggal penyempurnaan dengan hotmix maupun pengecoran, tinggal beberapa kilometer.”Sekarang sudah 70 persen. 2019 selesai semua,” tuturnya.

Untuk keberlangsungan proyek tersebut, pihaknya sudah mengarahkan hal tersebut pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang agar segera menuntaskan jaringan jalan laba-laba, seiring dengan beresnya Tol Soroja.

Jaringan wilayah lain pihaknya akan mendorong pusat agar secepatnya membangun jalan tol Gedebage Majalanya Garut Tasikmalaya Ciamis Banjar untuk segera tuntas. “Mudah-mudahan di 2019 badan usaha tolnya atau pemerkasa usaha ditetapkan kementrian PUPR,” pungkasnya.

Soal penlok, kata dia, pihaknya sedang menunggu keputusan pemerkasa. Selanjutnya menunggu dari Dirjen Bina Marga memastikan waktu pengajuan penlok pada pemprov Jabar. “Dan kami akan mempercepat secepatnya penlok tersebut sehingga diharapkan di 2019 sudah mulai adanya proses pembebasan lahan dan 2020 diharapkan udah bisa konstruksi,” tutur dia.

(pr)