Caleg Dapil 2 Terancam Penjara

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur menemukan pelanggaran kampanye oleh calon legislatif DPRD dari partai Nasdem di wilayah pemilihan Cianjur 2. Caleg tersebut diduga berkampanye dengan membagi paket sembako.

“Peristiwa itu pada 27 Oktober 2018, di Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang itu tertangkap tangan oleh Panwascam dan Panwas Desa,” kata Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikri Nur, (28/11).

Hadi mengatakan caleg Nasdem tersebut membagikan sembako dan menempelkan stiker kepada warga. Menurutnya, kampanye dengan membagikan sembako yang merupakan termasuk dalam politik uang.

“Dia bagi-bagi sembako, terus ngasih stiker juga itu kan seolah-olah menggiring warga untuk meminta imbalan,” ucapnya.

Hadi mengatakan, Bawaslu sudah melakukan klarifikasi terhadap caleg tersebut. Saat ini pihaknya telah menyelidiki kasus tersebut melalui sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).

“Setelah kurang lebih 14 hari kerja melakukan klarifikasi tim sentra Gakkukmdu melakukan pembahasan tahap 2 dan pada intinya bulat bersepakat ada dugaan tindak pidana pemilu atas peristiwa tersebut dan selanjutnya temuan itu diteruskan ke penyidik kepolisian di sentragakkumdu untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Hadi menjelaskan, bagi-bagi paket sembako yang dilakukan oleh AA Caleg Partai Nasdem itu diduga telah melanggar UU no 7 th 2017 pasal 523 ayat (1).

“Setiap pelaksana, peserta, atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam pasal 280 ayat 1 hurup j dipidana dengan pidana penjara paling lama 2(dua) tahun dan denda paling banyak Rp24 juta,” jelasnya.

(dil/dan)