Kades Sukalaksana Digoyang Lagi

Ilustarasi

RADARCIANJUR.com – Awal tahun 2017 lalu warga Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukanagara, Cianjur Selatan melaporkan Kades Sukalaksana, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa (DD). Saat ini, di penghujung tahun 2018, warga kembali mengadukan oknum kades yang sama, Kamis (29/11).

Salah satu tokoh masyarakat Desa Sukalaksana, Abah (50) mengatakan, di awal tahun 2017 bersama warga sini telah melakukan pelaporan oknum kades, langsung kepada Bupati Cianjur, bahkan ke pihak penegak hukum. Bahkan, saat itu akhirnya kepala desa sempat di non aktifkan selama tiga bulan.

“Nah, saat ini di penghujung tahun 2018 warga kembali mengadukan kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) yang dilakukan oleh oknum kades yang sama. Kami telah melaporkan kembali kapala desa, sekitar dua minggu yang lalu,” katanya kepada Radar Cianjur.

Sementara, Ketua BPD Desa Sukalaksana, Unar membenarkan adanya pengaduan dugaan tindak pidana korupsi DD yang diadukan warga. Memang betul warga sini kembali melakukan pengaduan kepada dinas atau lembaga terkait.

“Selaku BPD memiliki Surat Keputusan (SK) dari bupati, turut dipanggil oleh penyidik tipikor untuk diminta keterangan. Namun, saat ini masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Daerah (IRDA) Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.

Sementara, informasi dari Inspektorat Daerah (IRDA) Kabupaten Cianjur, masalah ini akan diproses pada pertengahan Desember 2018, tetapi tidak sampai melewati tangun 2019. Lalu, warga setempat juga menyebutkan ada beberapa dugaan tindak pidana yang diadukan diantaranya pengadaan kendaraan mobil ambulance, pembangunan infrastruktur jalan, TPT, dan gaji siltap pegawai desa, serta masih banyak yang lainnya.

“Ditambah lagi kades untuk satu bulan ini tidak masuk kerja,” bebernya, Abah.

Kepala Desa (Kades) Sukalaksana saat hendak dikonfirmasi, dirinya tidak ada di tempat. Menurut salah seorang staff, Kades Sukalaksana tidak ada, dan Ia tidak mengetahui kemana perginya.

Terpisah, Camat Sukanagara, Dede Saputra memaparkan, atas adanya dugaan yang diadukan atau laporan warga. Bahkan pihaknya memberikan apresiasi atas keberanian warga Desa Sukalaksana. Bukan hanya warga, tapi juga telah menyampaikan laporan ke IRDA.

“Semua telah kita sampaikan, tinggal tunggu aja hasil klarifikasi. Sebelumnya kami juga telah melakukan pengawasan, serta melakukan klarifikasi. Tapi Kades Sukalaksana selalu tidak ada di tempat,” singkat camat.

Kepala Inspektorat Daerah (IRDA) Kabupaten Cianjur, Henry melalui Sekretaris IRDA, Asep Suhara mengatakan, tindaklanjutnya mengenai laporan disampaikan warga Desa Sukalaksana pihaknya akan jemput bola, pada bulan Desember 2018 saat ini.

“Ya, tentunya kita akan menindaklanjuti. Artinya tidak akan tinggal diam mengenai pengaduan masyarakat Cianjur, khususnya saat ini sedang menjadi polemik,” pungkasnya.

(mat)