Kemensos Salurkan PKH Rp255,5 Miliar

PENYALURAN PKH: Beberapa perwakilan penerima manfaat PKH di Kabupaten Cianjur saat foto bersama usai diberikan bantuan.

RADARCIANJUR.com – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia memberikan penyaluran bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH), untuk warga Kabupaten Cianjur di salah satu Villa di Ciherang Pacet, Kamis (29/11) kemarin.

Staf Ahli Kementerian Sosial RI, Marzuki mengatakan, di tahun 2018 ini jumlah PKH di Kabuaten Cianjur yang mendapatkan batuan sebanyak 134.871 ribu penerima manfaat PKH, dengan total dana bantuan sebesar Rp255,5 miliar.

“Ini merupakan program dari Kemensos, bertujuan untuk menuntaskan kemiskinan. Serta kami berikan bantuan sosial berupa Beras Sejahtera (Rastra) sebanyak 189.959 keluarga, dengan total dana Rp250,75 miliar,” jelasnya.

Dikatakan Marzuki, sebanyak 350 orang penerima manfaat PKH yang hadir di wilayah Utara Cianjur kali ini sebagai perwakilan yang mendapatkan se-Kabupaten Cianjur. Sebagai mitra penyaluran bantuan pun, Kemensos berkerjasama dengan salah satu bank yang ada di Cianjur sebagai mitra.

“Pemerintah berharap tidak ada penyelewengan maupun pungutan dalam setiap bantuan sosial tersebut. Bila ada pelanggaran yang dilakukan petugas Kemensos atau aparat Pemda, maka akan ditindak secara tegas. Hal ini sejalan dengan presiden yakni apabila ada yang menghambat pemenuhan kebutuhan rakyat maka harus ditindak tegas,” tegasnya.

Sementara itu, Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka saat menghadiri acara penyaluran PKH mengungkapkan, pemerintah pusat dalam hal ini DPR RI sebetulnya ingin membangun jaminan sosial itu secara sistematis, bukan parsial. Sehingga Kemensos nantinya akan lebih mudah dalam mementaskan kemiskinan.

“Memang biayanya lebih besar. Karena kan ini terintegrasi dibawah kemensos misalnya difabel, sama lansia. Kalau tanpa ada sistem akan lebih susah mengukur progresnya,” kata Diah.

Menurut Diah, Program Keluarga Harapan (PKH) ini merupakan salah satu program yang paling rentan dalam menentaskan kemiskinan. Untuk itu, bantuan PKH ini jadi hal yang cukup besar biayanya dalam penganggaran pemerintah pusat.

“Makanya mau gak mau bantuannya itu secara langsung diberikan. Guna membantu memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

(dan)