Penyekatan Dilakukan di Pos Ciloto

HUJAN BUKAN MASALAH: Petugas polisi lalulintas mengatur arus lalulintas sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan melintas ke Puncak di Pos Cepu 2 Ciloto.

RADARCIANJUR.com – Retakan tanah yang terjadi di ruas jaur puncak tepatnya di Riung Gunung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor berimbas pada masyarakat khususnya pengendara. Untuk menghindari peristiwa yang tak diinginkan, Satlantas Polres Cianjur memberlakukan sistem penyekatan di Pos Lantas Cepu 2 Ciloto.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Adhimas Sriyono Putra mengatakan, koordinasi rutin dilakukan Polres Cianjur dengan Polres Bogor. Baik di Kabupaten Bogor maupun di Kabupaten Cianjur, keduanya diberlakukan pos penyekatan. “Kami periksa kendaraan yang akan melintas ke Bogor melalui Cianjur. Tak boleh ada mini bus, bus maupun truk yang boleh melintas,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Menurutnya, sebelumnya kendaraan tiga perempat masih bisa melintasi jalur puncak. Namun saat ini sama sekali tidak diperbolehkan. Selain demi faktor keamanan, juga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. “Kendaraan dengan ukuran tiga perempat sebelumnya boleh, tapi setelah kejadian kemarin (Rabu) tidak boleh,” tuturnya.

Sejumlah kendaraan yang hendak melintas via puncak pun terpaksa dialihkan ke jalur Jonggol-Cikalongkulon atau Cigombong-Benda. Kendati demikian, hingga kemarin kepadatan kendaraan belum terpantau padat di jalur alternatif Jonggol-Cikalongkulon.

Kasat menambahkan, sementara ini dampak kepadatan belum berimbas langsung di hari biasa. “Kalau di weekday seperti ini belum terlihat, tapi kemungkinan besok (hari ini, red) baru akan terlihat,” paparnya.

Saat ini, hanya kendaraan roda empat saja yang diperbolehkan untuk melintas. Namun, kendaraan lebih dari roda empat dilarang untuk melintas. Itu dikarenakan getaran dan beban kendaraan yang bisa mengakibatkan retakan membesar.

Adhimas menambahkan, kepadatan akan terjadi di akhir pekan yang dimulai dari pagi hari sekitar pukul 09.00 hingga sore hari pukul 16.00 di jalur alternatif Cikalongkulon-Jongol. “Kemungkinan kepadatan terjadi di akhir pekan pada pagi hari sekitar pukul 9.00, karena banyak wisatawan yang menggunakan kendaraan besar seperti bis dan di sore hari sekitar pukul 16.00,” tambahnya.

Ia menegaskan, bagi kendaraan besar yang masih nekad melintasi jalur puncak akan diberikan imbauan. “Tetapi jika tetap nekat untuk melintas, pihaknya tidak segan-segan melakukan penindakan berupa tilang,” pungkas Kasat.

(kim)