Bangun Rumah Harus Punya IMB

RADARCIANJUR.com -Masyarakat Cianjur yang ingin membangun rumah tampaknya harus lebih memperhatikan mengenai perizinan. Pasalnya, dalam membangun rumah tidak asal dengan memiliki lahan lalu membangun.

Berbagai tahapan perlu diperhatikan dari mulai membuat laporan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cianjur dan mendapatkan Pertimbangan Teknis (Pertek), jika sesuai data dari BPN, maka selanjutnya ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk arahan ruang bangunannya.

“Tentu tidak asal membangun, harus ada tahapan dan izin dari BPN, Bappeda dan juga ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang nantinya mengurus untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” ujar Kasi Penanganan Pengaduan Dinas Penanaman Modal dan Perlayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cianjur, Azani Anthonida.

Nah, lahan yang dibangun pun harus melalui tahapan cek lapangan yang dilakukan oleh DPMPTSP yang berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur. Jika lahan yang akan dibangun dekat dengan pabrik, makan dicek terlebih dahulu dari mulai efek limbah, polusi udara dan lain-lain. Kalau berbahaya, maka masyarakat disarankan untuk pindah lokasi.

IMB tidak hanya sekedar sebuah izin untuk membangun saja, itu merupakan salah satu syarat pengendalian ruang untuk keseimbangan pembangunan. “IMB bukan sekedar izin, tapi juga sebagai salah satu syarat pengendalian ruang untuk keseimbangan pembangunan dan kota lebih tertata,” terangnya.

Sementara bagi yang ingin membuat usaha harus membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan mendaftar secara online melalui sistem aplikasi Online Single Submission (OSS) yang sudah tersedia di kantor DPMPTSP Kabupaten Cianjur, yang nantinya bisa diarahkan.

Selama ini, masyarakat di Kabupaten Cianjur dinilai sangat tertib dalam perizinan. Pasalnya, hingga bulan ini saja hanya ada empat pengaduan mengenai perizinan bangunan. “Hingga bulan ini saja baru ada empat pengaduan yang diajukan oleh masyarakat mengenai izin, tapi kita cek dulu di data base sebelum terjun ke lapangan dan jika tidak ada kita anjurkan untuk membuat iji,” paparnya.

Pelapor tentu diterima langsung, dan nantinya akan dimintai keterangan terlebih dahulu agar info yang diberikan sesuai.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merasa sangat terbantu atas aduan masyarakat mengenai perizinan, sehingga ini membuktikan masyarakat Cianjur sadar akan pentingnya perizinan.

“Pastinya kami sangat terbantu dengan aduan yang diajukan kepada kami, sehingga ini membuktikan masyarakat sadar mengenai perizinan,” ungkapnya.

(kim)