SDN Sukahegar Terancam Longsor

TERGANGGU: Salah satu sekolah yang tak jauh dari tambang pasir, sehingga mengancam aktivitas belajar.

RADARCIANJUR.com – Sejumlah guru dan murid di SDN Sukahegar Kecamatan Cilaku, mengeluhkan keberadaan aktivitas pertambangan pasir yang jaraknya hanya sekitar 5 meter dari bangunan sekolah.

Saat aktivitas penggalian dilakukan oleh para pekerja tambang, debu pasir dari lokasi galian kerap berterbangan menganggu pernapasan, kondisi itu semakin parah karena jika terus-terusan dikeruk bukan tak mungkin bangunan sekolah tersebut akan terbawa longsor terlebih seperti musim penghujan saat ini.

Selain itu jalan perkampungan yang dilintasi oleh kendaraan pengangkut material pertambangan pun, sebagianya dalam kondisi rusak berbatu dan berdebu hingga kawasan pertambangan.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama, sangat mengeluhkan, tetapi tak bisa berbuat banyak, kadang-kadang saya mikir, yang kasihan itu anak-anak,” kata Kepala SDN Sukahegar Endang Hikmat (01/12).

Ia mengatakan, aktivitas galian C tersebut selain mengganggu aktivitas belajar mengjar juga membahayakan keselamatan.

“Suara bisingnya tentu sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar, selain itu juga bangunan sekolah ini terancam longsor jika aktivitas galian C ini terus dilanjutkan,” katanya.

Menurutnya, selama ini managemen galian C hanya memikirkan hasil kubikasi galian dengan mengesampingkan keselamatan masyarakat.

“Saya harap dinas terkait agar lebih memperhatikan data periodik perluasan lokasi yang dikeruk oleh managemen galian karena mungkin perluasan tersebut telah melampaui izin yang diberikan oleh dinas terkait sebelumnya,” katanya.

(dil)