Si Lucu yang Menjanjikan

PERAWATAN: Seorang anggota Baraya Rabbit Cianjur sedang mencukur seekor kelinci hias.

RADARCIANJUR.com – Kelinci merupakan hewan peliharaan yang memang digemari masyarakat. Jangan salah, hewan lucu dan imut ini memiliki prospek yang menjanjikan bagi yang tekun menjalani peternakan. Baraya Rabbit Cianjur, salah satu tempat peternakan kelinci yang memiliki 350 kandang dengan jumlah kelinci kurang lebih 400 ekor.

Peternakan yang berada di Komplek SMPN 2 Cianjur RT 4/2 Kelurahan Sawahgede Kabupaten Cianjur ini memiliki 10 jenis ternak kelinci, diantaranya lokal, English Anggora, Flemish Giant, Netherland Dwarf, English Spot, Jersey Wolly, Ducth, Lo Holland dan American Fuzzy Lop.

“Rata-rata kami menjual kelinci hias saja, dengan 10 jenis ekor kelinci,” ujar Pengelola Baraya Rabbit Cianjur, Ruli.

Harga yang ditawarkan pun bervariatif, dari mulai Rp500 ribu hingga Rp2 juta tergantung jenisnya. Penjualan pun lebih diminati luar kota Cianjur, dari mulai Jakarta, Tangerang dan Karawang.

Untuk pangsa pasar Cianjur sendiri masih kurang terhadap hewan lucu nan menggemaskan ini. Maka dari itu Baraya Rabbit Cianjur bukan hanya sebagai pelaku usaha perternakan saja, tetapi melakukan edukasi terhadap masyarakat mengenai kelinci.

“Kita tidak hanya sebagai pelaku usaha peternakan saja, namun kita juga memiliki kewajiban untuk mengedukasi masyarakat mengenai kelinci ini,” papar Ruli.

Ruli pun menambahkan, dirinya sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin mempelajari tentang kelinci dari mulai memberi pakan dan cara merawatnya. Tentu saja tanpa dipungut biaya sepeser pun. Tak hanya mempelajari, peternak pemula pun akan dibimbing hingga sampai waktunya bisa untuk mandiri.

Setiap dunia bisnis selalu ada hambatan dan kesulitan yang dialami, hal tersebut pun dirasakan oleh ayah dari dua orang anak ini. Kendala yang dihadapi dari mulai harga pakan pelet dan indukan kelinci yang mahal.

“Kendala kita ada dua, mulai dari pakan pelet dan juga indukan yang masih mahal,” ungkapnya.

Perternakan yang sudah berdiri sejak tiga tahun yang lalu ini, kini sudah menjadi sentral para perternak kelinci di Kabupaten Cianjur. Dengan perjuangan dan kerja keras selama satu tahun awal berdiri, tak lelah hingga harus pulang pergi ke Lembang, Bandung untuk belajar mengenai ilmu kelinci hingga berbuah manis.

“Sekarang kita menjadi salah satu sentral para peternak kelinci di Kabupaten Cianjur, dari berbagai wilayah datang kemari untuk saling bertukar ilmu dan sharing ilmu dengan sesama peternak,” jelasnya.

Ruli pun berharap, pemerintah daerah bisa membantu para peternak kelinci yang ada di Kabupaten Cianjur ini untuk diberikan jalan dalam kemudahan, dari mulai diberikan pembinaan, memberikan pakan pelet dengan harga terjangkau bagi peternak dan mungkin bisa menjadi salah satu fasilitator untuk memberikan bantuan alat pembuat pelet yang nantinya dikembangkan oleh para peternak.

(kim)