Stop Buang Sampah ke Sungai

DIBERSIHKAN: Pengangkutan sampah di rumah singgah sampah Cipanas.

RADARCIANJUR.com – Guna mengatasi sampah yang semakin hari semakin bertambah, penguraian sampah yang menumpuk di jalur protokol Cipanas pun perlu dilakukan sistem jemput bola. Itu merupakan salah satu teknis agar masyarakat tidak buang sampah ke Sungai. Hal itu diucapkan Ketua Koordinator K3 Kecamatan Cipanas, Dede Ichsan.

“Untuk mencegah penumpukan sampah di kawasan Cipanas, kami selaku koordinator kebersihan di wilayah Cipanas melakukan teknis penguraian sampah rumah tangga dengan menambah jadwal pengangkutan sampah tiap harinya,” ujar Dede.

Ia menuturkan, sampah di Cipanas semakin tahun semakin bertambah. Ini merupakan dampak dari pertambahan volume penduduk di wilayah Cipanas. Volume sampah di Cipanas dalam perhari mencapai 70 kubik. Sedangkan yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) perharinya kurang lebih hingga 40 kubik. Dengan menggunakan empat armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Jadi semakin bertambahnya volume sampah perhari di Cipanas, rumah singgah sampah Cipanas bekerjasama dengan DLH melakukan penguraian sampah, dengan cara masyarakat yang buang sampah ke rumah singgah, kini di jemput kelokasi titik pemukiman warga oleh truk DLH,” paparnya.

Dengan begitu, menurut Dede, penumpukan sampah rumah tangga dan sampah yang berada di jalur protokol Cipanas berkurang. Pasalnya, ada sistem tambahan jemput bola sampah rumah tangga ke masyarakat secara langsung.

“Jadi untuk sisa sampahnya yang tadi diangkut secara stimulan tiap hari secara kontinyu. Namun Kelemahan di cipanas itu hanya saja di sistem pengangkutan sampah residu yang harus di tambah, dan jadwal buang sampah warganya saja. Kalau kesadaran masyarakat Allhamdulillah 80 persen sudah terbina baik,” pungkasnya.

(dan)