150 Relawan Gelar Aksi Bela Alam

PERSIAPAN: Para relawan aksi bela alam saat persiapan pendakian di Gunung Gede Pangrango.

RADARCIANJUR.COM – Peringati Hari Relawan Internasional yang jatuh pada tanggal 5 Desember, para volunteer (relawan) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melakukan aksi bela alam.

Dalam aksinya itu, digelar beberapa rangkaian acara. Yakni, seminar lingkungan, peninjauan para relawan bersama Danrem 061/SK, serta pendakian untuk melakukan penurunan sampah yang ada di TNGGP.

“Para relawan aksi bela alam ini nantinya melakukan kegiatan membersihkan sampah dari atas sampai bawah gunung yang saat ini jumlahnya cukup banyak,” kata Kepala Balai TNGGP, Wahju Rudianto, saat diwawancarai, Rabu (5/12).

Wahju menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi antara para relawan dengan pegiat pecinta alam. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai perwakilan komunitas sebanyak 150 relawan.

“Banyak jenis sampah yang ditemukan saat melakukan bersih-bersih sampah, seperti sampah kemasan makanan, minumuman berbahan kaleng, plastik dan pecahan kaca. Sampah yang sudah terkumpul akan disetorkan ke bank sampah,” kata Wahju.

Senada diucapkan Komandan Resort Militer 061/SK, Kolonel Infanteri Muhammad Hasan mengatakan, kegiatan aksi bela alam ini harus menjadi contoh bagi seluruh kalangan. Termasuk pemerintah harus lebih mengapresiasi dan mendukung penuh para relawan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program yang sejalan dengan Komandan Resort Militer (KOREM). Dengan memberikan motivasi dan semangat dalam memelihara alam tanpa pamrih dan tak mengenal lelah,” kata Danrem.

Ditambahkan Danrem, kegiatan tersebut dapat dijadikan agenda rutin para relawan kawasan TNGGP, sehingga tidak hanya menurunkan sampah, tetapi semua hal positif dalam pemeliharaan alam.

“Kami pun sudah membentuk relawan bela alam Korem o61/SK yang tersebar di lima Kabupaten/Kota. Di antaranya Kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Bogor,” tambahnya.

Diharapkan dengan kegiatan bela alam tersebut, semua pihak bisa sama-sama memelihara alam. Baik sungai, hutan, gunung, dan semua kawasan alam yang ada.

“Jadi kami memberikan edukasi dan imbauan baik kepada masyarakat di kawasan TNGP, dan para pendaki, agar jangan sampai melakukan hal-hal yang bisa merusak lingkungan di kawasan manapun, karena nanti akan terasa ketika kita bisa memelihara alam dengan baik,” tandasnya.(dan)