Satu Desa tak Bisa Sekolah

TOLONG KAMI: Jembatan Cisarakan yang ambruk akibat hujan deras membuat warga di Desa Neglasari, Kecamatan Cidaun terisolir.

RADARCIANJUR.com – Pasca ambruknya jembatan Cisarakan di Kecamatan Cidaun yang ambruk Senin (03/12) malam membuat aktivitas warga di dua desa yaitu Desa Neglasari dan Gelarpawitan terganggu. Warga tak bisa berbuat apa-apa akibat jembatan penghubung yang ambruk itu merupakan akses vital bagi warga.

Camat Cidaun, Herlan Iskandar mengatakan, ratusan warga di Desa Neglasari tak bisa berbuat banyak khususnya melakukan kegiatan yang ada di Desa Gelarpawitan. Yang paling krusial, ratusan anak yang berdomisili di Desa Neglasari tak bisa pergi ke sekolah.

Pasalnya, siwa-siswa itu mengemban ilmu di sekolah yang masuk ke dalam wilayah Desa Gelarpawitan. “Ada satu SD, namanya SD Cisarakan. Anak-anak di Desa Neglasari sekolah di sana. Hingga saat ini, mereka kesulitan untuk ke sekolah,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Meski akses putus, namun anak-anak dan warga masih bisa mencapai wilayah Desa Gelarpawitan dengan menempuh jarak yang relatif jauh 10 kilometer. Terkait upaya yang dilakukan guna perbaikan maupun pembangunan jembatan, Herlan mengaku, pihaknya belum bisa berbuat banyak. “Sangat berbahaya apabila sekarang diperbaiki atau dibangun jembatan darurat di titik yang sama,” tuturnya.

Namun, ia menambahkan, pemerintah kabupaten Cianjur melalui dinas terkait sudah melakukan pemeriksaan dan pendataan d lokasi. Sementera itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur tengah mengungkap atau mencari penyebab dari kejadian ambruknya jembatan Cisarakan. “Saat ini (tadi malam, red) BPBD Kabupaten Cianjur tengah mengungkap atau mencari penyebab dari kejadian jembatan putus ini,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno.

Akses terdekat hanya jembatan yang terputus, warga yang beraktivitas pun harus mencari jalan lain dengan jarak puluhan kilometer dan memakan waktu. BPBD Kabupaten Cianjur pun mengurungkan niat untuk membuat jembatan darurat, pasalnya keadaan saat ini tidak memungkinkan. “Kalau dibuat jembatan darurat sepertinya saat ini tidak mungkin dilakukan, karena luapan air masih terjadi dengan cuaca hujan seperti ini,” papar Sugeng.

Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKPP) saat ini sedang melakukan pengkajian terkait jembatan putus tersebut. Sugeng pun menambahkan, dirinya pun bersama tim yang ada di kejadian berupaya agar semua bisa terselesaikan. “Yang pasti kita berupaya, karena bencana tidak hanya jadi pemikiran BPBD saja akan tetapi pemikiran semua,” terangnya.

(kim)