BNNP Sasar Dinas di Jawa Barat

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR SOSIALISASI: BNN Provinsi Jawa Barat gelar sosialisasi dan diskusi di salah satu hotel di Ciloto.

RADARCIANJUR.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat gencar melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), kali ini puluhan peserta dari perwakilan berbagai Dinas di wilayah satu Jawa Barat (Jabar) diberikan informasi terkait P4GN.

Kepala Bagian Umum Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat, Tri Wahyu Astuti menjelaskan, desiminasi lintas sektoral ini bertajuk peran serta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Kota, mendukung rencana aksi daerah tentang bidang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Jadi kami harus berkolaborasi dengan seluruh instansi pemerintah daerah dalam pelaksanaan P4GN. Apalagi di daerah Jabar yang sangat luas, dengan angka prevalensi yang cukup tinggi 1,83 persen dari usia 10-59 tahun. Itu tentunya sangat besar bagi Jawa Barat yang tidak bisa dilakukan oleh BNNP sendiri,” kata Tri.

Tri berharap, seluruh instansi yang hadir di enam Kabupaten/Kota Wilayah satu, bisa sama-sama mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 6. Kemudian, di sisi lainya harus bisa melaksanakannya. Seperti, sisi pencegahan pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan narkoba.

“Empat hal inilah yang harus kita sama-sama kerjakan di masing-masing pemerintah daerah. Dan saling bersinergi dengan instansi yang ada,” ujarnya.

Ditambahkannya, penyalahgunaan narkoba di Provinsi Jawa Barat ada penurunan. Dari angka 2,25 persen menjadi 1,87 persen. Selain itu, lembaga rehabilitasi di Pemprov pun cukup banyak dan besar di atas 90 persen.

“Kita intensifkan dan berkolaborasi dengan berbagai instansi. Karena nantinya diharapkan bisa didukung dan bersepakat dengan program P4GN, para instansi bisa mensupport dalam pencegahan narkoba, yang ditunjang oleh instansi. Terpenting gimana bisa bersinergiskan antara seluruh komponen masyarakat, untuk lebih mengurangi angka prevalensi di Jawa Barat,” tandasnya.(dan)