Tugu Baru Seharga Rp. 700 Juta

FOTO: Hakim/Radar Cianjur BONGKAR: Tugu Lampu Gentur kembali dibongkar, saat ini sedang proses pengerjaan perbaikan.

RADARCIANJUR.COM – Tugu Lampu Gentur kembali dibongkar. Sebelumnya, tugu yang berada di bundaran jalan ini telah mengalami beberapa kali perubahan dari yang pertama Tugu Mamaos menjadi Tugu Lampu Gentur.

Pembongkaran itu dilakukan karena ada perubahan perencanaan. “Sebetulnya itu bukan dibongkar, hanya titiknya saja digeser,” ujar Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakanan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Cianjur, Dhany Surya Wilantapoera.

Sebelumnya yang menangani tugu tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur dengan kajian amdal lintas di bundaran. Namun ternyata dari radius 50 meter yang telah dipatok, lingkup jalan banyak yang terambil.

“As pada bundaran itu bergeser dan tidak sesuai, dari radius 50 meter ada lingkup jalan yang terambil,” jelasnya.

Ternyata, pembongkaran itu menelan biaya yang cukup besar, yaitu sebesar Rp700 juta. Tentu angka tersebut sangatlah fantastis, berbeda dari pembangunannya yang hanya sebesar Rp200 juta. Pengerjaannya sendiri dikejar target selama kurun waktu dua bulan hingga akhir tahun ini.

Sementara itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi menilai, pembongkaran itu dinilai kurang matang dalam perencanaan. Proyek pembongkaran tersebut tidak disebut sebagai lanjutan, akan tetapi kembali dari awal.

“Pembongkaran itu membuktikan perencanaannya kurang matang, itu jadi nol lagi bukan lanjutan,” paparnya.

Ketika disurvei ke tempat Tugu Bundaran Lampu Gentur, papan nama dari informasi pembangunan pun sangat kecil dan kurang jelas, selain itu juga harus ada pemberitahuan seperti sepanduk mengenai pembangunannya dan menjadi informasi bagi masyarakat.

Sahli menambahkan, bundaran yang dibuat terlalu lebar dan memakan banyak jalan dan menimbulkan kemacetan.

“Bundarannya terlalu lebar, jalan sudah kecil malah dikecilin dan jadi macet kan nantinya,” tegasnya.(kim)