Gawat, 8.383 Pemilih Ganda Tersebar di Cianjur

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR BIMTEK: Anggota Bawaslu secara simbolis menyerahkan data rekapitulasi penyempurnaan DPTHP-2 kepada Ketua KPU Cianjur.

RADARCIANJUR.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menggelar Bimbingan teknis persiapan rekapitulasi penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, di salah satu hotel di Pacet, Sabtu (8/12).

Ketua KPU Kabupaten Cianjur Hilman Wahyudi menjelaskan, kegiatan tersebut guna mensinkronkan data DPTHP yang kemungkinan terdapat data ganda, juga untuk mengantisipasi jika di temukan atau dikhawatirkan adanya ketidakcocokan data hasil rekapitulasi.

“Kami menkroscek ulang bersama 32 anggota PPK divisi program dan data se-Kabupaten Cianjur. Sehingga untuk Cianjur sendiri terus berkomunikasi dengan Bawaslu untuk menyelesaikan hak pilih,” katanya.

Hilman menuturkan, secara internal KPU Cianjur belum menemukan data pemilih ganda. Hanya, dari Bawaslu kemungkinan sudah menemukan data tersebut. Sehingga perlunya sinergitas seperti ini, agar ketika sudah ditetapkan DPT, itu benar-benar sudah maksimal.

“Hal ini pula yang diharapkan, agar permasalahan DPTHP2 bisa selesai, dan tak mengganggu tahapan berikutnya, yakni persiapan logistik,” jelasnya.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Cianjur, Hadi Dzikri Nur menjelaskan, saat ini untuk Cianjur masih ditemukan data yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan pemilih ganda. Tidak hanya itu, masih banyak NIK dan KK yang tidak menyambung teknis.

“Kami pun menghimpun dan menyandingkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Dan ditemukanlah sebanyak 8.383 pemilih ganda. Yang sebarannya hampir merata di setiap kecamatan,” jelas Hadi.

Saat ini pihaknya pun melakukan varifikasi data faktual langsung ke lapangan. Tentunya ini dengan melakukan konsolidasi dengan Panwas di tingkat kecamatan serta desa.

“Kami lakukan ini agar hak pilih bisa tepat sasaran. Sehingga nanti ketika penetapan DPT lebih akurat, ” pungkasnya.(dan)