Puluhan Kolam Jaring Terapung Hancur

Foto: Fadilah Munajat/Radar Cianjur BANYAK YANG RUSAL: Petani ikan jangari sedang membersihkan puing-puing jaring terapung yang rusak akibat terseret derasnya air.

RADARCIANJUR.COM – Puluhan kolam jaring apung milik petani ikan jangari hancur tersapu derasnya debit air dari Sungai Cibalagung, Kecamatan Mande, akibat dari kejadian itu kerugian ditaksir mencapai Rp160 juta.

Pasca terjadinya kejadin itu, sekitar 500 orang petani bergotong-royong mengangkat puluhan kolam yang rusak dan tenggelam.

Wakil Ketua KPKJA Cirata Wawan Gunawan mengatakan, para petani yang terkena musibah ada sekitar 30 orang.

“Setelah terjadi musibah, kami melakukan bersih-bersih kami sangat peduli dengan kebersihan, ini tempat usaha kami tak seharusnya kotor, dan kegiatan ini juga sebagai kepedulian kepada teman sesama petani yang terkena musibah,” kata Wawan. (8/12).

Wawan mengatakan, bencana air deras merupakan yang pertama kali terjadi. Para petani kaget karena sebelumnya air deras tak sampai merusak dan menenggelamkan kolam.

“Bencana ini yang pertama kali terjadi sebelumnya tak sampai merusak,” katanya.
Wawan mengatakan, setelah kolam hancur dan tenggelam, ikan milik petani pun kabur.

“Kalau dihitung satu unit Rp20 juta, kerugian para petani semuanya bisa mencapai ratusan juta,” kata Wawan.

Menurutnya, selain karena bencana, aksi bersih bersih juga dilakukan sebagai wujud kepedulian petani Cirata.

“Ini juga sebagai bentuk antusias kami, bentuk kepedulian tentang masalah kebersihannya di genangan Cirata,” kata Wawan.

Ketua KPKJA Cirata, Edi Supiandi mengatakan, banjir arus deras diduga karena terjadi pendangkalan di Sungai Cibalagung. Ia mengatakan, ada pendangkalan yang sangat cepat setelah hutan karet dibabat dan terjadi alih fungsi lahan di wilayah Sungai Cibalagung.

“Saya menduga terjadi sedimentasi, ada alih fungsi lahan yang berada di hulu masuk ke wilayah Karangtengah dan Mande,” ujar Edi.

Menurutnya, karena sungai dangkal maka air deras masuk ke wilayah genangan bersama dengan sampah, kayu besar, styrofoam, bambu, dan sampah plastik.

“Hari ini ada sebanyak 500 orang yang turun ikut bersih bersih, intinya keinginan kami membantu warga, adapun tempat untuk kebersihan kami berharap bantuan kesinambungan dan berkepanjangan dari pemerintah,” katanya.(dil)