Puting Beliung Amuk Sembilan Desa

Angin puting beliung di Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kabupaten Cianjur benar-benar dibantai bencana angin puting beliung, sekitar pukul 17:00 pada Senin (10/12). Hujan deras yang mengguyur disertai angin kemarin sore membuat sembilan desa di dua kecamatan yaitu Kecamatan Karangtengah dan Cibeber porak poranda. Pohon-pohon bertumbangan membuat sejumlah kendaraan dan belasan rumah serta warung rusak. Meski tak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Di Kecamatan Karangtengah, hembusan angin membuat puluhan bangunan dan kendaraan rusak. Dua rumah milik warga Kampung Kabandungan, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah bernama Erik (40) dan Abas (45) rusak berat.

Atapnya ambruk ke jalan setelah diterjang angin puting beliung. Selain mengakibatkan rumah milik warga rusak, terjangan angin puting beliung juga mengakibatkan dua pohon tumbang ke jalan hingga menutup jalan desa. Karena jalan tak bisa dilewati, warga Karangsari yang hendak menuju Kabandungan dan sebaliknya terpaksa memutar melewati Jalan Kandang sapi atau Jalan Maleber.

Selain di kawasan Desa Sindangasih, angin puting beliung juga menerjang kawasan desa lainnya yakni di wilayah Bojong, Rawabango, Cimuti dan sebagian Sukamanah. Di wilayah tersebut juga banyak warga yang gentingnya terbang dan banyak pohon tumbang. “Angin kencang hanya beberapa detik lewat namun kerusakan sangat parah, jalan tak bisa dilewati karena atap rumah menutup jalan bersama dengan pohon yang tumbang,” ujar Epet (45), warga yang bergotong royong bersama warga menyingkirkan pohon.

Ia mengatakan, tak mengetahui persis jumlah rumah yang mengalami kerusakan, namun dari jarak satu kilometer semua rumah yang berada di pinggir jalan semuanya mengalami kerusakan. “Rata-rata rumah yang mengalami kerusakan di bagian atapnya,” kata Epet.

Dadan (45) warga Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah mengaku khawatir. Banyak pohon tumbang dan bangunan rumah serta warung. Akibat dari angin kencangnya disertai hujan lebat, hingga merobohkan pohon buah yang berada di belakang rumahnya. Pohon tumbang tersebut menimpa mushola yang berada di dekat rumah tetangga sebelah. “Untungnya masih bersyukur tidak ada korban jiwa. Hanya saja beberapa pohon tumbang menimpa motor dan mobil,” tutur Tati (40) warga lainnya.

Ditemui terpisah, salah satu pedagang di kawasan terminal Rawabango, Ahmad membenarkan. Hujan sore itu begitu deras disertai angin kencang. Sehingga sejumlah pohon tumbang, terutama pohon berada di ruas jalan utama yang sudah lapuk dimakan usia. “Nah, itu saya lihat sama teman ada satu unit bus parkir ketimpa pohon tumbang. Lalu satu pengendara motor, ya beruntung pohonnya tidak besar, sehingga kerusakannya tidak terlalu berat kerugiannya,” bebernya.

Di lain tempat, Kecamatan Cibeber juga tak kalah hancur lebur. Sedikitnya sepuluh rumah dinyatakan porak poranda. Camat Cibeber, Ali Akbar mengatakan, “Terjadi di beberapa desa yang masuk wilayah Kecamatan Cibeber. Di antaranya Desa Cihaur, Cimanggu, Peteuycondong dan Cibadak,” ungkapnya, (10/12).

Ia menjelaskan, sepuluh rumah warga yang menjadi korban tidak termasuk dalam kategori rusak berat hanya mengalami rusak ringan. “Pada bencana itu, tidak mengakibatkan rumah roboh. Rumah warga yang milik korban hanya rusak bagian atapnya,” kata Ali.

Sehubungan dengan curah hujan yang tidak menentu, Ali mengimbau, warga kecamatan Cibeber yang ada di wilayah rawan bencana senantiasa siaga. “Beberapa Desa di Kecamatan Cibeber juga rawan terjadi pergerakan tanah, untuk menjaga keselamatan saya harap warga yang tinggal di daerah rawan bencana, jika terjadi hujan deras agar mengungsi dulu ke rumah sanak saudaranya yang ada di daerah aman,” sarannya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi memaparkan, pihaknya sudah melakukan pemantauan dan terjun langsung ke sejumlah lokasi bencana. “Ada beberapa pohon tumbang, warung kios, dan bangunan nyaris ambruk diterjang angin kencang. Sejumlah pohon kanan kiri jalan tumbang,” bebernya kepada Radar Cianjur.

Ia menuturkan, sebelumnya, angin juga sempat membuat beberapa pohon tumbang serta sejumlah bangunan rumah di Desa Mayak, dan Desa Peuteuycondong. Bahkan, salah satunya adalah bangunan PAUD.

“Salah satunya di Jalan Raya Cibeber, Kampung Pasirkelapa, Desa Peteuycondong. Hujan angin menyebabkan pohon tumbang ke jalan utama. Hingga menghambat arus lalu lintas karena pohon sempat menghalangi jalan sehingga perlu dievakuasi untuk menyingkirkan beberapa ranting dan dahan pohon yang terjatuh,” jelas Doddy.

(dil/mat)