Warga Tolak Penggilingan Batu

RADARCIANJUR.COM – Warga tiga RT Kampung Cikole Desa Cibaregbeg Kecamatan Cibeber Cianjur, menolak adanya aktivitas penambangan penggilingan batu atau stonesclaser, Senin (10/12).

Sekretaris RT 03 Ceceng mengatakan, dirinya atas nama warga menolak adanya aktivitas penambangan penggilingan batu. Pasalnya warga khawatir tidak ada penanganan limbah yang serius dari pihak pengelola tambang. Selain itu soal izin galian dan claser yang tidak dipublikasikan.

“Lalu tidak ada perbaikan jalan. Jadi kalau hujan terjadi banjir ke perumahan warga, terus dicurigai tidak pake solar industri,” kata Ceceng kepada Radar Cianjur.

Warga setempat merasa keberatan dan menolak keras, akan keberadaan aktivitas penambangan penggilingan batu terhitung dua minggu ke depan. “Kita kasih waktu dua minggu, kalau tidak kami akan tutup paksa,” ujarnya.

Senada diungkapkan, Rizal Tamami (25) salah seorang warga yang menolak tegas adanya aktivitas penambangan penggilingan batu. Adapun langkah musyawarah telah dilakukan sebanyak tiga kali yang banyak membahas soal ketentuan dan saran.

“Namun hingga saat ini aktivitas jalan terus dan perizinan terang pengelola sudah sesuai prosedural. Nah ini aneh juga, terus izin lingkungan warganya bagaimana?,” tegas Rizal.

Ia menambahkan, mengenai sempat terhenti sebelumnya karena hujan, tapi tak lama kemudian kembali beroperasi. Selain itu, karena menemui jalan buntu dan pihak perusahaan tidak memenuhi tuntutan warga mengenai lingkungan, maka disikapi warga dengan melakukan penolakan total. “Dari empat tuntutan baru poin satu yang sudah dipenuhi hasil rapat,” ujar Rizal didampingi Ketua RT 3, Ubun dan Ketua RW, U Supriadi.

“Warga minta diberhentikan dulu sebelum izin jelas keluar dan pihak perusahaan harus menunggu sesuai ketentuan berlaku. Kalau yang menolak itu ada sekitar tiga RT. Namun, katanya ada empat RT yang komplain, kalau yang terkena imbas atau dampak tiga RT diantaranya RT 1,2, dan RT 3,” ungkapnya.
Sementara itu, pemilik PT Talibah Batu Abadi, Monik membeberkan mengenai tuntutan warga yang tidak terpenuhi, Dia pun akan tanyakan terlebih dahulu bagian humas perusahaan.
“Katanya tidak memenuhi tuntutan warga mengenai lingkungan. Jelasnya nanti saya kasih nomor kontak bagian humasnya oke,” jawabnya.
Ditemui terpisah, Kepala Desa (Kades) Cibaregbeg, Subuh Basarah mengatakan, kalau pemerintah desa tergantung tuntutan warga, kalau warga keberatan maka tidak akan diizinkan.

“Tentu pihak desa hanya sebagai penengah, dan tidak ada keberpihakan mengenai hal itu. Pihak desa sudah menghubungi pengembang, katanya tidak jadi untuk buka penambangan penggilingan batu, artinya dibatalkan,” pungkasnya.(mat)