Nazar Gundul Akhirnya Terlaksana

RADARCIANJUR.COM –  Sejumlah aktivis Presjidium Rakyat Cianjur menggunduli kepalanya, pasca Bupati Irvan Rivano Muchtar ditangkap KPK. di Yayasan Attaqwa, Jalan Mochammad Ali, Cikidang, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianju, kemarin.

Aksi itu sebagai bentuk syukuran atas operasi tangkap tangan (OTT) Irvan Rivano Muchtar oleh KPK. Sejak awal mereka sudah bernazar akan memotong rambut merupakan disyariatkan agama Islam,

Salah satu koordinator dari gerakan Aktivis Presjidium Rakyat (APR) Cianjur, Ridawan Mubarok mengatakan, aksi ini merupakan bagian dari syukuran.

Menurutnya, di dunia ini tidak ada yang kebal hukum, dan semua terbukti. Kelompoknya, tidak pernah lelah dan terus mengawal kebijakan orang nomor satu di Cianjur.

“Nah, kini akhirnya terkabul sudah, sang bupati bertekuk lutut dibawa sekaligus berhadapan dengan hukum terkena OTT oleh KPK dan sudah menjadi tersangka suap Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan,” kata dia kepada Radar Cianjur.

Pihaknya akan terus mengawal sampai selesai kelanjutannya seperti apa, supaya jangan sampai terjadi distorsi hukum.

“Artinya, jangan sampai ada lagi pemimpin yang zalim dan harus berbahagia dan bersyukur bahwa sahnya politik dinasti di Cianjur jangan sampai terjadi lagi. Kini diketahui semua publik harus bertekuk lutut dihadapan KPK. Kaitan dengan apa yang dilakukan besok hari, hingga berikutnya akan terus mengawal, dan ini bukan akhir dari segalanya,” ujar Ridwan.

Senada, ustad Umar memaparkan, acara ini merupakan syukuran atas tertangkapnya kepemimpinan dinasti Cianjur. Kini sudah menjadi tersangka dan ditangkap oleh KPK, ini merupakan momen baik dan penting.

“Maka itu kita menggelar syukuran potong rambut, ada sekitar belasan orang merelakan rambutnya digundul sampai habis. Mereka semua rela, karena sudah terbongkarnya kezaliman seorang pemimpin ada di Cianjur
selama ini. Makasih atas kerja keras KPK, dan semoga terus berjalan kasus ini sampai tuntas sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.

Ketua Bravo Komando Grup, Bambang Adi S didampingi rekannya, Ketua SC 234 Jawa Barat, Iwan Nez memaparkan, perlu diketahui sebelumnya mengungkap soal keadilan di Cianjur sangat sulit atau susah. Artinya selalu tidak mental, pernah menggelar aksi beberapa kali itu percuma.

“Tapi, kali ini atas perjuangan dan doa masyarakat terkabul juga. Makasih atas kerja KPK selama ini mengenai OTT orang nomor satu di Cianjur, dan memang sebelumnya berupaya untuk menegakkan keadilan sebelumnya susah, dan ini merupakan kasus besar alhasil tertangkap. Siapa bilang di dunia ada yang kebal hukum,” pungkasnya.(mat)