Bangunan SMPN 8 Naringgul Korban Korupsi DAK

DIGELEDAH: Tim KPK membawa koper, dan kardus yang berisi berkas dari ruangan di kantor Bupati Cianjur dan Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Sabtu (15/12)

RADARCIANJUR.com – Salah satu pembangunan gedung SMP Negeri 8 Naringgul, Cianjur Selatan jadi korban penyelewengan terstruktur anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2018. Akibatnya pembangunan empat Ruang Kelas Baru (RKB) terbengkalai dan belum juga tuntas terhitung sudah enam bulan.

Warga setempat menuding ada dugaan penyelewengan kucuran dana secara berjamaah mulai dari oknum sekolah, dan petinggi di Disdik Kabupaten Cianjur.

“Pembangunan gedung SMPN 8 Naringgul berasal dari DAK tahun anggaran 2018, sampai saat ini pengerjaan pembangunannya terkatung-katung,” kata Ketua Komite SMPN 8 Naringgul, Ujang Rusmana kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar), Minggu (16/12/2018).

Menurutnya, warga sangat prihatin atas kondisi masih belum selesainya pengerjaan bangunan sekolah tersebut, padahal jika menilik kebutuhan akan sarana sekolah sangat dibutuhkan, karena jumlah murid setiap tahunya terus meningkat.

“Kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan? sebagai warga saya sangat kecewa dan menuntut keadilan dan kesejahteraan pendidikan di Cianjur. Mari mulai saat ini semua pihak harus mengawal anggaran pendidikan dari pusat yang masuk ke Pemkab Cianjur dan dinas intansi lainnya, harus dicegah apapun adanya praktek kotor pungutan mengatasnamakan pimpinan dan lainnya,” ujar Rusmana.

Adapun dana DAK untuk empat RKB SMPN 8 Naringgul mencapai Rp230 juta. Berdasarkan informasi, dana untuk pengerjaan tahap ketiga sudah turun semua, tapi dananya belum keterima oleh pihak sekolah, padahal pengerjaan tahap terkahir.

“Total jumlah Rp230 juta diterima hanya sebesar Rp170 juta, harus gimana lagi itu sudah aturan dari atasnya. Sementara saya pakai dana talangan dulu uang pribadi, sementara bahan material bangunan pada naik, menunggu dana belum juga diterima,” ungkapnya.

Pihak sekolah juga membenarkan jika anggaran RKB disunat oleh oknum.

“Kami warga Cianjur ikut perihatin dengan ditangkapnya bupati dan kepala dinas pendidikan Cianjur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), apalagi kaitanya dengan dana bantuan DAK untuk pembangunan sekolah yang dipotong buat kepala dinas, kalau memang benar kasusnya seperti itu, bukanya memberikan contoh pendidikan yang lebih baik dan mendorong dunia pendidikan supaya lebih maju malah mencoreng citra dunia pendidikan,” tambahnya.

Senada diungkapkan, Asep (45) salah seorang tokoh masyarakat peduli pendidikan Kecamatan Naringgul mengaku prihatin mengeni kondisi bangunan ruang kelas sampai saat ini masih belum beres pengerjaanya. Apalagi mendengar adanya pemangkasan DAK dari Disdik Cianjur.

“Merasa prihatin kenapa? Cianjur semerawut dan Bupati Cianjur terkena OTT KPK kaitannya dengan anggaran bantuan sekolah DAK untuk SMP, pantesan pembangunan sekolah di desa belum rampung juga. Karena lambatnya pengerjaan, ternyata setelah dengar berita duitnya juga di korupsi,” sesal Asep.

Harapan warga kepada Pemkab Cianjur dan Disdik mohon segera membereskan dan peduli bisa diteruskan pembangunan ruang sekolah baru. Supaya panitia dan pihak sekolah tidak dicurigai negatif, apalagi ada keterkaitan degan dana talangan perorangan.

“Kalau tidak lupa, pengerjaanya sudah hampir empat bulan kondisi bangunan sekolah belum beres, masalahnya ini sudah memasuki akihr tahun, peserta didik seharusnya sudah bisa menikmati rungan kelas baru, tapi ini malah terbengkalai,” tambah Didi (39) warga lainnya.

(mat)