Dari OTT Menyebar Kemana-mana

Irvan Resmi Pakai Rompi Orange

RADARCIANJUR.com – Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh) Cianjur, menilai, aliran Dana Alokasi Kusus (DAK) ke Kabupaten Cianjur ada rekayasa laporan pembelanjaan.

Presidium Ampuh Cianjur Yana Nurjaman mengatakan, sesuai mekanisme, dana tersebut bisa dicairkan atau ditranfer ke sekolah mana kala seluruh kegiatan sudah selesai.

“Fenomena yang sekarang terjadi, banyak sekolah-sekolah yang mendapat bantuan DAK untuk pembangunan ruang kelas baru, sampai sekarang belum terselesaikan, namun dana telah ditransfer ke pihak sekolah sebesar 100 persen,” katanya.

Ia berpendapat, dana tersebut bisa cair karena ada rekayasa dalam pembuatan laporan sehingga meski proyek pembangunan itu belum selesai, pihak sekolah sudah menerima anggaran 100 persen.

“Hampir semua laporan itu direkayasa, karena bagaimana caranya agar dana itu bisa dengan cepat ditranferkan ke sekolah yang mendapat bantuan,” kata Yana.

Menurutnya, ketika kejadian ini ditelusuri oleh penyidik, hampir seluruh kepala sekolah akan terjerat, dan ini yang menjadi titik perhatian penyidik KPK.

“Makanya sekarang kepala sekolah memilih bungkam karena mereka ketakutan,” ungkapnya.

(dil)