Disdik dan Pendopo Digeledah KPK

DIGELEDAH: Tim KPK membawa koper, dan kardus yang berisi berkas dari ruangan Kepala Bidang SMP dan Kepala Dinas Pendidikan Cianjur. FOTO: FADILAH MUNAJAT/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti-bukti. Kali ini melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Pendopo Bupati Cianjur, Sabtu (15/12/2018).

Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan kasus korupsi dana alokasi khusus pendidikan tahun anggaran 2018 yang melibatkan Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar, Kadisdik Cecep Sobandi dan Kabid SMP Rosidin.

Pantauan Radar Cianjur rombongan tim KPK tiba di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur sekitar pukul 09.00 WIB, dengan menggunakan dua mobil Kijang Inova warna silver dan satu kijang Inova warna putih.

Kedatangan tim penyidik KPK hingga penggeledahan dijaga ketat aparat kepolisian, awak media pun tidak diperbolehkan mengambil gambar dan masuk ke dalam kantor.

Sekitar pukul 19.00 WIB, tim KPK terlihat keluar dari kantor Disdik Kabupaten Cianjur dengan membawa sejumlah koper, dan kardus yang berisi berkas dari ruangan kepala dinas dan kepala bidang SMP.

Sekretaris Disdik Kabupaten Cianjur Asep Saepurohman mengatakan, saat dalam ruangan tim penyidik KPK memeriksa berkas-berkas dokumen mulai dari dokumen pengajuan hingga dokumen bukti pisik.

“Tadi (Sabtu pagi) ada tujuh orang pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur yang dipangil yaitu enam orang staf SMP dan saya,” kata Asep kepada Radar Cianjur.

Menurutnya, sejak pukul 09.00 hingga pukul 19.00 WIB tim dari KPK memeriksa dokumen yang ada di ruangan Kabid SMP, ruang sarana dan prasarana SMP, hingga ruang kepala dinas.

“Setelah melakukan pemeriksaan mereka menyerahkan kunci ruangan yang sebelumnya disita, dan mulai hari Senin ruangan-ruangan tersebut sudah bisa dipergunakan,” ungkapnya
.
Usai menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Pendopo Kabupaten Cianjur, giliran rumah pribadi Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi di Kampung Panembong Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur yang juga digeledah tim KPK, Minggu (16/12/2018).

Penggeledahan dilakukan oleh sembilan penyidik dengan mengendarai tiga buah mobil mini bus, dan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB.

Suasana di luar rumah berpagar hitam itu pun tampak sepi. Sedangkan pintu dan jendela rumah tampak tertutup rapat.

Salah satu warga, Solikin (58) menyatakan, Cecep Sobandi sudah cukup lama mendiami rumah tersebut. “Ada sekitar 30 tahunan. Tapi dulu rumahnya gak bagus, tidak seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Selain itu, Cecep Sobandi juga dikenal cukup tertutup dan jarang bergaul dengan warga sekitar. Gerbang rumah pun hanya terbuka saat penghuni di dalamnya keluar-masuk saja. “Kadang kalau shalat Jumat di masjid, tapi gak sering,” bebernya.

(dil)