Nasib Pasutri Ciguha Hidup di Rutilahu, Rumah Bocor Penerangan Seadanya

BUTUH BANTUAN: Ajat bersama keluarganya tinggal di gubuk yang tidak layak huni, tanpa adanya penerangan listrik.

RADARCIANJUR.com – Prihatin nasib dialami, pasangan suami istri Ayat (50) dan Atin (40), warga Kampung Ciguha RT 1/8, Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan. Pasalnya, selama 10 tahun hidup di rumah tidak layak huni (rutilahu), bahkan tanpa ada penerangan atau listrik, Senin (17/12).

Ayat kerjannya serabutan kadang makan nasi kadang tidak. Anehnya, Pemerintah Desa juga Pemkab Cianjur serta dinas terkait seakan tutup mata.

“Jujur saja dan perlu diketahui tidur pun beralaskan tikar, bila musim hujan turun tak jarang anak dan istri serta dirinya selalu kehujanan. Ya, karena atap rumah dan dinding rumah terbuat dari bambu sudah pada bolong atau bocor,” aku, Ayat kepada wartawan ini, Senin (17/12/2018).

Ia menambahkan, bahkan kamar mandi dan dapur tidak punya. Dirinya beserta keluarga hanya bisa pasrah dan berdoa.

“Sudah hampir 10 tahun saya dan keluarga menempati rumah ini, belum pernah ada bantuan dari pemerintah melalui program bantuan rutilahu.
Kalau bantuan PKH alhamdulillah ada, kalau untuk beras raskin harus nebus baru bisa makan,” aku Ayat.

Hal lain, Abah Ogin (48) salah satu tetangga dekatnya membenarkan, selain rumahnya yang tidak layak huni, itupun tanahnya hasil pinjam tetangga.

“Kalau mau listrik harus ada keterangan dari desa. Bahkan harus bayar Rp300 ribu rupiah. Dirinya atas nama warga berharap kepada Pemkab Cianjur melalui dinas terkait juga para dermawan peduli dan bisa membantu keluarga Pak Ajat,” harapnya.

(mat)